ANALISIS SIFAT MEKANIK KOMPOSIT BERBASIS SERAT KULIT BUAH PINANG DENGAN MATRIKS RESIN EPOKSI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuan kimia
menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH) dan asam asetat (CH₃COOH), serta
variasi fraksi volume serat terhadap sifat mekanik komposit berbasis serat kulit buah pinang
dengan matriks resin epoxy. Serat kulit buah pinang digunakan sebagai bahan penguat
alami karena memiliki kandungan selulosa yang tinggi, densitas rendah, serta ketersediaan
yang melimpah sehingga berpotensi menjadi alternatif pengganti serat sintetis pada
material komposit.
Proses penelitian diawali dengan ekstraksi serat dari kulit buah pinang, kemudian
dilakukan dua jenis perlakuan kimia, yaitu alkalisasi menggunakan larutan NaOH 5% dan
asetilasi menggunakan larutan CH₃COOH 5%. Perlakuan ini bertujuan untuk
menghilangkan lignin dan hemiselulosa, memperbaiki kekasaran permukaan, serta
meningkatkan kemampuan adhesi antara serat dan matriks resin epoxy. Serat yang telah
diperlakukan kemudian dicampurkan dengan resin epoxy dan katalis sesuai variasi fraksi
volume serat tertentu untuk menghasilkan spesimen komposit.
Pengujian yang dilakukan meliputi uji tarik, uji lentur, dan uji kekerasan guna
mengevaluasi pengaruh jenis perlakuan dan variasi fraksi serat terhadap kekuatan mekanik
komposit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik perlakuan alkalisasi maupun asetilasi
mampu meningkatkan adhesi antarmuka serat–matriks, dengan perlakuan alkali
memberikan peningkatan kekuatan tarik yang lebih signifikan. Peningkatan fraksi volume
serat hingga batas optimum juga meningkatkan kekuatan mekanik komposit, namun fraksi
berlebih menyebabkan terbentuknya void dan menurunkan homogenitas material.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa serat kulit buah
pinang yang diberi perlakuan kimia memiliki potensi besar sebagai bahan penguat alami
dalam komposit berbasis resin epoxy. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi
terhadap pengembangan material komposit ramah lingkungan yang mendukung
pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah.
