Show simple item record

dc.contributor.authorAulia, Azhari Putri
dc.date.accessioned2021-02-18T10:46:37Z
dc.date.available2021-02-18T10:46:37Z
dc.date.issued2021-02-18
dc.identifier.urihttps://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/3275
dc.description.abstractPercobaan senjata nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara membuat Korea Selatan menjadi merasa lebih khawatir, ditambah dengan intensitas percobaan yang terus meningkat pula. Pemerintah Korea Selatan, Park Geun Hye, memutuskan melakukan kerja sama dengan Amerika Serikat dalam membangun pertahanan negaranya, yaitu Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Namun, kerja sama tersebut mendapatkan tanggapan negatif dari Cina. Cina berpendapat bahwa rudal THAAD ini dapat menjadi sebuah ancaman tersendiri bagi negaranya dimana salah satu radar yang dimiliki teknologi tersebut dapat melihat penyebaran serta perkembangann dari senjata pertahanan yang dimilikinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan Jurnal, Buku, dan melihat isu-isu terkait melalui internet. Kerangka pemikiran yang digunakan adalah Konsep Balance of Threat, Konsep Defense Policy, dan Teori Geopolitik. Hasil dari penelitian ini adalah alasan dari Cina dengan masing – masing konsep dan teori, serta perkembangan Senjata Hipersonik yang dikaitkan dengan senjata pertahanan AS dan menjadi alasan pertama Cina merasakan ancaman atas THAAD.en_US
dc.titleMemahami Alasan Cina Melakukan Penolakan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatanen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record