ANALISIS KINERJA PADA RUAS DAN SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS: JALAN NASIONAL III JALAN RAYA CIREBON BANDUNG – JALAN TERUSAN BUAH BATU KOTA BANDUNG)
Date
2023-03-20Metadata
Show full item recordAbstract
Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat sekaligus menjadi ibu kota provinsi Jawa Barat. Berdasarkan data yang tercatat di Badan Pusat Statistik Kota Bandung yaitu sebesar 2.510.103 jiwa (BPS Kota Bandung, 2020). Permasalahan pada sektor transportasi merupakan permasalahan yang sering terjadi di berbagai kota seiring dengan perkembangan jumlah penduduk pada suatu kota. Salah satu daerah yang terkena dampak langsung dari pesatnya perkembangan jumlah penduduk adalah persimpangan besinyal Jalan Nasional III Jalan Raya Cirebon Bandung – Jalan Terusan Buah Batu Kota Bandung. Kemacetan sering terjadi pada ini yang merupakan tipe jalan nasional sebagai akses penghubung kota dan kabupaten, pusat industri, dan juga aktifitas pendidikan terutama ketika memasuki jam sibuk (peak hour). Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa kinerja simpang bersinyal menggunakan pedoman PKJI 2014. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai derajat kejenuhan (DJ) pada lengan simpang Bojongsoang = 1,301 , lengan simpang Buahbatu = 1,114 , lengan simpang Batununggal = 1,301 dan lengan simpang Soekarno Hatta = 1,301 yang menunjukan kinerja simpang eksiting jenuh dan akan mengakibatkan antrian yang panjang pada kondisi jam puncak. Tundaan simpang rata – rata pada simpang bersinyal 65 detik yang menunjukan tingkat pelayanan F atau buruk sekali.