Show simple item record

dc.contributor.authorSihombing, Willi Leonardo
dc.date.accessioned2020-07-12T13:07:44Z
dc.date.available2020-07-12T13:07:44Z
dc.date.issued2020-07-02
dc.identifier.citationAPA 6then_US
dc.identifier.urihttps://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/1258
dc.descriptionInversion modelling requires a good inversion method and initial model to produce a good subsurface model. In general, the inversion method is conventional inversion. However, this method often produces density contrast models that are concentrated near the surface. In overcoming this problem, this study uses a compact inversion method that has been tested, where in this method uses weighting on each mesh with geometry point parameters on anomalous objects. In this method, density contrast models are not concentrated only on the surface, but are concentrated on the target object anomaly so that it describes subsurface conditions. As a guide in determining the location of geometry points and the shape of the initial model, several approaches such as spectral analysis and first horizontal derivative analysis are used. In this study, the inversion method and initial modelling were test on synthetic data. After that, this method applied to field data. Field data used are maps of distribution of manifestations, density estimates, and gravity data such as complete bouguer anomaly maps and residual anomaly maps. In the inversion modelling of field data was done to identify the heat source of the area in 2D. Initial model and inversion method were applied to cut the anomaly in the south-north direction. The results of this study are the compact inversion method and the initial modelling method with a certain approach capable of modelling the distribution of subsurface density contrast. Based on the resulting model shows the existence of a diorite intrusion geometry in the southern area (Talaga Bodas) which is suspect as a source of heat and andesite and tuff rocks around it. To improve research results in subsequent studies, additional analyses such as second vertical derivative analysis, euler deconvolution and well data are needed to strengthen interpretation.en_US
dc.description.abstractDalam melakukan pemodelan inversi membutuhkan metode inversi dan model awal yang baik untuk menghasilkan model bawah permukaan yang baik. Pada umumnya, metode inversi yang digunakan adalah conventional inversion. Namun, metode ini sering kali menghasilkan model kontras densitas yang terkonsentrasi di dekat permukaan. Dalam mengatasi masalah tersebut, penelitian ini menggunakan metode compact inversion yang telah diuji, dimana pada metode ini menggunakan pembobotan pada setiap mesh dengan parameter titik geometri pada benda anomali. Dengan cara ini diharapkan model kontras densitas tidak terkonsentrasi hanya di permukaan, namun terkonsentrasi pada target benda anomali sehingga menggambarkan kondisi bawah permukaan. Sebagai panduan dalam menentukan lokasi titik geometri dan bentuk model awal, digunakan beberapa pendekatan seperti analisis spektral dan analisis first horizontal derivative. Dalam penelitian ini, metode inversi serta pembuatan model awal diuji pada data sintetis. Setelah itu, metode ini diterapkan pada data lapangan. Data lapangan yang digunakan berupa peta persebaran manifestasi, estimasi densitas, dan data gaya berat seperti peta anomali bouguer lengkap dan peta anomali residual. Pada pemodelan inversi data lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi sumber panas daerah tersebut secara 2D. Pembuatan model dan inversi diaplikasikan memotong anomali dengan arah selatan-utara. Hasil dari penelitian ini adalah metode compact inversion dan metode pembuatan model awal dengan pendekatan tertentu mampu memodelkan persebaran kontras densitas bawah permukaan. Berdasarkan model yang dihasilkan menunjukkan adanya bentuk geometri intrusi batuan diorit pada daerah selatan (Talaga Bodas) yang diduga sebagai sumber panas serta batuan andesit dan tuff berada disekitarnya. Untuk meningkatkan hasil penelitian pada penelitian berikutnya, diperlukan analisis tambahan seperti analisis second vertical derivative, euler deconvolution dan data sumur untuk memperkuat interpretasi.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.subjectinversi gaya berat,en_US
dc.subjectcompact inversionen_US
dc.subjectpanas bumien_US
dc.subjectanalisis spektralen_US
dc.subjectfirst horizontal derivativeen_US
dc.titlePemodelan Inversi 2D pada Data Gaya Berat menggunakan Metode Compact Inversion Studi Kasus Lapangan Panas Bumi Karaha – Talaga Bodas, Jawa Baraten_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record