PERENCANGAN TATA LETAK GUDANG BARANG CARGO MASKAPAI TRIGANA AIR SERVICE MENGGUNAKAN METHODE DEDICATED STORAGE STUDI KASUS (Kantor UPBU Kelas I Wamena)
Abstract
Kerja Praktik yang dilakukan oleh penulis dilakukan pada kantor Unit Penyelanggara Bandar
Udara Kelas I Wamena (UPBU). Tujuan penulis dalam melakukan kerja praktik untuk
melakukan penelitian pada potensi pengembangan fasilitas sisi darat yang merupakan bagian
yang berhungan dengan terimal bandara, gudang kargo, dan lain-lain terdapat juga sisi udara
yang mancakup landasan, apron, dan taxiway. Namun penelitian ini dilakukan pada sisi darat
yang berfokus pada gudang barang kargo milik maskapai Trigana Air Service sebagai salah
satu maskapai terbesar yang menggangkut barang kargo setiap harinya ke Kota Wamena
menggunakan jalur udara dengan pesawat Boing 737-300F dan ATR 72 dengan per hari
mengangkut total kargo sebanyak 127.943 Kg barang. Kondisi gudang sekarang bagunan
terdiri dari berbagai bagian operasional milik maskapai Triganan Air Service mulai dari loket
pengiriman, ruang kedatagan, hingga ruang oprasioal. Untuk alur proses barang kargo
hingga mencapai gudang adalah barang kargo yang di unload dari apron kemudain akan
diangkut menggunakan forklift ke gudang untuk kemudian dilakukan penyimpanan barang
setelah itu pemilik barang dapat datang untuk mengambil barang miliknya untuk
penyimpanan barang kargo di gudang sendiri belum menggunakan metode khusus sehingga
barang yang datang akan ditumpuk baik barang berukuran besar maupun kecil dalam 1 pallet
sehingga menimbulkan permasalahan yang timbul yakni barang mengalami kerusakan
akibat ditumpuk. Sehingga perlu dilakukannya penataan ulang gudang untuk menghindari
kerusakan pada barang kargo agar lebih efisen dalam menyimpan barang yang lebih tertata
maka dari itu penulis mengusulkan menggunakan metode dalam penelitian ini yaitu
menggunkaan metode dedicated storage agar barang kargo dapat disortir sesuai ukuran
supaya kebutuhan ruang lebih rapi dalam menata barang. Dengan adanya metode ini
membutuhkan data berupa data barang masuk dan keluar dan kapasitas pallet kemudian
dilakukan pengolahan data. Berdasarkan dari pengolahan yang dilakukan terdapat tiga jenis
klasifikasi untuk barang kargo mulai dari barang kargo berukuran besar, barang kargo
berukuran kecil, barang kargo berukuran sedang selanjutanya dilakukan perhitungan
kebutuhan ruang dalam menyimpan barang dengan total membutuhkan pallet sebanyak 19
pallet yang terbagi kedalam tiga baris sesuai dengan jenis barang sehingga aktivitas yang
berlangsung dari mernerima barang kargo masuk kemudian aktivitas menyimpan barang
kargo pada gudang dan aktivitas pengeluaran barang kargo yang diambil oleh pemilik barang
tersebut, Selain itu jarak tempuh setelah menggunakan metode dedicated storage menjadi
5442 M. Berdasarkan dari hasil ini aktivitas yang dilakukan menjadi lebih cepat dalam
proses penerimaan barang masuk hingga barang keluar dan gudang menajdi lebih rapi serta
tertata