ANALISIS KERENTANAN BENCANA TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN IDENTIFIKASI TATA RUANG PADA KECAMATAN LUBUK KILANGAN, KOTA PADANG, SUMATRA BARAT
Abstract
Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, memiliki topografi curam, litologi kuarter lepas, serta curah hujan tinggi yang menjadikannya rentan terhadap bencana tanah longsor. Kondisi tersebut menuntut adanya kajian ilmiah untuk mendukung upaya mitigasi dan penataan ruang yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi geologi, menentukan parameter dominan penyebab longsor, memetakan zona kerentanan, serta mengevaluasi kesesuaian tata ruang. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan dalam pembobotan enam parameter utama, yaitu kemiringan lereng, curah hujan, jenis batuan, tutupan lahan, jenis tanah, dan ketebalan tanah. Hasil perhitungan menunjukkan Consistency Ratio (CR) = 0,0415, yang menandakan bobot konsisten dan dapat diterima. Hasil analisis menunjukkan bahwa curah hujan (0,367) dan kemiringan lereng (0,290) merupakan faktor dominan penyebab longsor. Proses overlay berbobot menghasilkan peta kerentanan yang membagi wilayah penelitian ke dalam tiga kelas utama: tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian ini menegaskan bahwa kerentanan longsor di Kecamatan Lubuk Kilangan dipengaruhi terutama oleh faktor geologi dan iklim, serta diperburuk oleh penggunaan lahan yang tidak terkendali. Peta kerentanan yang dihasilkan dapat menjadi landasan ilmiah bagi pemerintah daerah dalam strategi mitigasi bencana dan penyesuaian tata ruang berkelanjutan.