ANALISIS GAS RADON DAN THORON SERTA KINEMATIKA SESAR UNTUK IDENTIFIKASI ZONA PERMEABILITAS PADA LAPANGAN PANAS BUMI GUNUNG ENDUT
Abstract
Daerah Gunung Endut, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten merupakan salah satu lapangan panas bumi yang belum dimanfaatkan potensinya. Keberadaan permeabilitas panas bumi menjadi hal yang penting dalam menentukan area prospek panas bumi. Dengan begitu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) serta kinematika sesar dalam mengidentifikasi zona permeabilitas pada Lapangan Panas Bumi Gunung Endut. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu pengambilan data soil gas menggunakan Durridge RAD7, struktur geologi menggunakan kompas geologi, serta penarikan kelurusan dari DEM. Hasil analisis menunjukkan bahwa sesar berarah N-S dan NW-SE kurang memiliki hubungan dengan konsentrasi nilai anomali tinggi Rn-222 serta Rn-220. Nilai anomali tinggi Rn-22 dan Rn-220 diduga dikontrol oleh batuan sedimen dan piroklastik seperti yang ditemukan pada area utara, selatan, dan NW. Kemudian, berdasarkan hasil analisis Radon-Thoron Ratio (RTR) dan zona permeabilitas, sesar/rekahan pada area Mata Air Panas Cikawah dan Handeleum menjadi jalur migrasi fluida hidrotermal. Sebaliknya, sesar/rekahan pada area NE diduga menjadi penghalang aliran fluida hidrotermal ke luar permukaan. Lalu, lokasi dengan nilai RTR rendah (< 1,5) dan permeabilitas menengah hingga tinggi mengindikasikan keberadaan sesar/rekahan dangkal yang tidak berhubungan dengan jalur migrasi fluida hidrotermal ke luar permukaan.