Geologi Daerah Dlingo dan Sekitarnya, Kabupaten Bantul dan Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Abstract
Sefian Ari Widianto. 101219059. Geologi Daerah Dlingo, dan Sekitarnya, Kabupaten Bantul dan Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Dlingo dan sekitarnya, Kabupaten Bantul dan Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang secara fisiografis berada pada Zona Pegunungan Selatan. Wilayah ini memperlihatkan keragaman geologi yang dipengaruhi oleh proses vulkanisme, sedimentasi, dan tektonik yang kompleks. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kondisi geomorfologi, sebaran litologi, struktur geologi, serta merekonstruksi sejarah geologi daerah tersebut.
Metode penelitian meliputi tiga tahap. Tahap persiapan mencakup studi literatur dan pembuatan peta awal. Tahap pemetaan lapangan dilakukan melalui observasi litologi, pengukuran data struktur geologi, dan pengambilan sampel batuan. Tahap analisis mencakup pemeriksaan petrografi, mikropaleontologi, interpretasi struktur geologi, dan penyusunan sejarah geologi.
Hasil penelitian menunjukkan geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi enam satuan: Punggungan Aliran Piroklastik, Punggungan Zona Sesar, Punggungan Tanggul Alam, Kubah Antiklin, dan Dataran Banjir. Litologi terdiri atas Breksi
Aliran (Autobreccia), Batupasir Tufan, dan Batugamping. Struktur geologi utama berupa sesar menganan-turun berarah timur laut–barat daya akibat gaya kompresional. Sejarah geologi dimulai pada Miosen Awal dengan pembentukan Breksi Aliran (N5 - N6), diikuti pengendapan batupasir tufan (N7 - N9), pembentukan batugamping pada Miosen Tengah (N11 - N21), dan diakhiri pengangkatan Plio-Pleistosen yang memicu proses eksogen pembentuk bentang alam saat ini.