• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF EXPLORATION AND PRODUCTION TECHNOLOGY
    • GEOLOGICAL ENGINEERING (TEKNIK GEOLOGI)
    • DISSERTATIONS AND THESES (GL)
    • View Item
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF EXPLORATION AND PRODUCTION TECHNOLOGY
    • GEOLOGICAL ENGINEERING (TEKNIK GEOLOGI)
    • DISSERTATIONS AND THESES (GL)
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    ANALISIS PENILAIAN DENGAN METODE “DRASTIC” UNTUK MENGIDENTIFIKASI KERENTANAN TERHADAP PENCEMARAN AIR TANAH DI DAERAH JAKARTA PUSAT

    Thumbnail
    View/Open
    Final Draft Tugas Akhir_Teuku Syechan Maulana_101220062.pdf (6.295Mb)
    Date
    2026-01-18
    Author
    Maulana, Teuku Syechan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Jakarta Pusat, sebagai pusat aktivitas perkotaan padat, menghadapi tekanan signifikan terhadap sumber daya air tanahnya. Peningkatan kepadatan penduduk dan aktivitas domestik maupun industri berpotensi tinggi menyebabkan pencemaran air tanah, sehingga identifikasi zona kerentanan menjadi esensial untuk pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan air tanah terhadap pencemaran di Jakarta Pusat menggunakan metode DRASTIC serta mengidentifikasi karakteristik hidrogeologi yang mengontrolnya. Metode DRASTIC menilai tujuh parameter hidrogeologi: Depth to water (D), Recharge (R), Aquifer media (A), Soil media (S), Topography (T), Impact of vadose zone (I), dan Hydraulic Conductivity (C). Analisis ini diintegrasikan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghasilkan peta zonasi kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi geologi, yang didominasi oleh endapan Kuarter Formasi Aluvium (Qa) dan Formasi Kipas Aluvium (Qav), merupakan faktor kontrol utama. Faktor-faktor dominan yang berkontribusi terhadap kerentanan adalah topografi yang sangat datar (lereng 0-2%), media akuifer permeabel (pasir, kerikil, dan batupasir tufan), serta tutupan lahan permukiman padat yang hampir menyeluruh (95%). Wilayah studi terklasifikasi menjadi dua zona: (1) Kerentanan Tinggi (Indeks 141–180), mencakup ±65% wilayah, terutama di area Formasi Qav (Kemayoran, Johar Baru, Cempaka Putih); dan (2) Kerentanan Sedang (Indeks 101–140), mencakup ±35% wilayah, terkonsentrasi di area Formasi Qa (Tanah Abang, sebagian Menteng), di mana keberadaan lapisan lempung pasiran memberikan proteksi alami yang lebih baik.
    URI
    https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15317
    Collections
    • DISSERTATIONS AND THESES (GL)

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV