Peran Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI dalam Menginisiasi Forum Senat Asia Tenggara (FSAT) sebagai Wadah Diplomasi Parlementer Bikameral di Kawasan
Abstract
Laporan magang ini membahas peran Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam menginisiasi pembentukan Forum Senat Asia Tenggara (FSAT) sebagai wadah diplomasi parlementer bikameral di kawasan Asia Tenggara. Permasalahan yang diangkat berangkat dari keterbatasan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dalam mengakomodasi kepentingan majelis tinggi negara-negara ASEAN yang menganut sistem bikameral, sehingga aspirasi kedaerahan belum terwakili secara optimal di tingkat regional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, berdasarkan data yang diperoleh melalui observasi selama pelaksanaan kerja praktik, studi dokumen, serta keterlibatan langsung dalam kegiatan kelembagaan BKSP. Analisis dilakukan dengan menggunakan konsep parliamentary diplomacy sebagai kerangka teoritis. Hasil analisis menunjukkan bahwa BKSP berperan strategis sebagai aktor diplomasi parlementer melalui praktik dialog building, representation, dan norm promotion dalam proses inisiasi FSAT. Melalui komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara ASEAN yang menganut sistem bikameral, BKSP berhasil membangun kesepahaman mengenai urgensi pembentukan forum khusus majelis tinggi sebagai pelengkap AIPA. Inisiatif FSAT mencerminkan perluasan fungsi representasi DPD RI ke tingkat regional serta penguatan peran diplomasi parlementer dalam memperjuangkan keterwakilan daerah di Asia Tenggara.
