Show simple item record

dc.contributor.authorCanevi, Pinkan Atsillya
dc.date.accessioned2026-01-22T07:38:40Z
dc.date.available2026-01-22T07:38:40Z
dc.date.issued2026-01-13
dc.identifier.urihttps://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15324
dc.descriptionSelama melaksanakan kerja praktik di Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) pada Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), penulis memperoleh pengalaman dalam mendukung pelaksanaan kerja sama dan diplomasi parlementer. BKSP berperan dalam membangun dan mengembangkan hubungan kelembagaan DPD RI dengan parlemen negara lain melalui kerja sama bilateral dan multilateral. Dalam kerja praktik, penulis terlibat dalam penyusunan bahan rapat dan koordinasi kelembagaan, dengan fokus pada proses inisiasi pembentukan Forum Senat Asia Tenggara (FSAT) sebagai wadah kerja sama majelis tinggi negara-negara ASEAN yang menganut sistem bikameral. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai peran BKSP dalam menerapkan diplomasi parlementer dan memperjuangkan keterwakilan daerah di tingkat regional.en_US
dc.description.abstractLaporan magang ini membahas peran Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam menginisiasi pembentukan Forum Senat Asia Tenggara (FSAT) sebagai wadah diplomasi parlementer bikameral di kawasan Asia Tenggara. Permasalahan yang diangkat berangkat dari keterbatasan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dalam mengakomodasi kepentingan majelis tinggi negara-negara ASEAN yang menganut sistem bikameral, sehingga aspirasi kedaerahan belum terwakili secara optimal di tingkat regional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, berdasarkan data yang diperoleh melalui observasi selama pelaksanaan kerja praktik, studi dokumen, serta keterlibatan langsung dalam kegiatan kelembagaan BKSP. Analisis dilakukan dengan menggunakan konsep parliamentary diplomacy sebagai kerangka teoritis. Hasil analisis menunjukkan bahwa BKSP berperan strategis sebagai aktor diplomasi parlementer melalui praktik dialog building, representation, dan norm promotion dalam proses inisiasi FSAT. Melalui komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara ASEAN yang menganut sistem bikameral, BKSP berhasil membangun kesepahaman mengenai urgensi pembentukan forum khusus majelis tinggi sebagai pelengkap AIPA. Inisiatif FSAT mencerminkan perluasan fungsi representasi DPD RI ke tingkat regional serta penguatan peran diplomasi parlementer dalam memperjuangkan keterwakilan daerah di Asia Tenggara.en_US
dc.publisherUniversitas Pertaminaen_US
dc.subjectBKSP DPD RI, diplomasi parlementer, sistem bikameral, ASEAN.en_US
dc.titlePeran Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI dalam Menginisiasi Forum Senat Asia Tenggara (FSAT) sebagai Wadah Diplomasi Parlementer Bikameral di Kawasanen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record