| dc.description.abstract | Integrated Terminal Wayame mrupakan salah satu terminal penting PT Pertamina Patra Niaga dalam mendukung distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Papua-Maluku. Dalam proses operasionalnya, terminal sering mengalami penambahan waktu kapal (waiting time) yang berdampak pada efisiensi bongkar muat dan kelancaran distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya waiting time menggunakan metode Fault Tree Analysis(FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data yang digunakan meliputi data sekunder berupa waktu tunggu kapal dari Januari hingga September 2025 serta data primer hasil observasi lapangan dan wawancara dengan petuga operasional. Hasil FTA menunjukkan bahwa terdapat empat penyebab utama waiting time yaitu kapal tiba secara bersamaan (waiting jetty), peningkatan demand pada kuartal IV, proses blending wajib di tangki timbun, dan kekosongan stok atau keterlambatan pengisian dari tangki penyimpanan. FMEA kemudian digunakan untuk menilai tingkat keparahan, frekuensi, dan kemampuan deteksi, sehingga diperoleh nilai Risk Priority Number (RPN) untuk setiap penyebab. Faktor dengan RPN tertinggi adalah kedatangan kapal secara bersamaan dengan nilai 175.96, diikuti proses blending 122.70, supply issue 61.54, dan peningkatan demand 52.16. Berdasarkan hasil tersebut, disusun usulan perbaikan berupa peningkatan kapasitas jetty, penyesuaian perencanaan supply, penerapan metode direct loading untuk B40, serta perbaikan penjadwakan kapal dan pemantauan stok. Penelitian ini diharapkan dapat membantuk terminal dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi waiting time pada aktivitas bongkar muat | en_US |