| dc.description.abstract | Penelitian ini mengkaji pengaruh Karakteristik Individu dan Persepsi Bahaya Pengguna KRL terhadap Pesan Risiko PT Kereta Api Indonesia (KAI) Stasiun Tanah Abang. Berangkat dari kesenjangan antara kecelakaan penumpang dengan implementasi komunikasi risiko, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana karakteristik individu dan persepsi bahaya pengguna berperan dalam memengaruhi penerimaan pesan risiko. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanatori terhadap 440 responden dengan teknik analisis data yang merujuk pada Mental Noise Approach serta Risk Information Seeking and Processing (RISP) Model di bawah landasan teoretis Elaboration Likelihood Model (ELM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Bahaya berpengaruh positif dan signifikan, karena tingginya ancaman mendorong pengguna menggunakan jalur sentral dalam memproses pesan mendalam. Sebaliknya, Karakteristik Individu berhubungan negatif dengan pengaruh lemah dikarenakan capaian information sufficiency yang tinggi pada pengguna rutin, sehingga menurunkan motivasi pencarian informasi. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 37,8% serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pesan Risiko PT KAI di Stasiun Tanah Abang. Implikasi penelitian ini menekankan bahwa PT KAI Stasiun Tanah Abang perlu melakukan transformasi penyampaian pesan risiko melalui pendekatan yang lebih variatif dan layanan petugas aktif guna menembus hambatan mental noise. Maka, implikasi penelitian ini menandakan PT KAI perlu mentransformasi pesan komunikasi risiko yang dapat mengakomodir pengguna dengan karakteristik individu yang memiliki insuficiency infomasi tinggi, dengan isi dan penyampaian pesan komunikasi risiko yang inovatif dan menarik
Kata Kunci: Persepsi Bahaya, Pesan Risiko, Risk Information Seeking and Processing (RISP) Model, Mental Noise Approach, Elaboration Likelihood Model (ELM) | en_US |