• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF COMMUNICATION AND DIPLOMACY
    • INTERNATIONAL RELATIONS (HUBUNGAN INTERNASIONAL)
    • DISSERTATIONS AND THESES (IR)
    • View Item
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF COMMUNICATION AND DIPLOMACY
    • INTERNATIONAL RELATIONS (HUBUNGAN INTERNASIONAL)
    • DISSERTATIONS AND THESES (IR)
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    KETERGANTUNGAN TIONGKOK TERHADAP RUSIA DI ARKTIK MELALUI BELT AND ROAD INITIATIVE TAHUN 2018–2024

    Thumbnail
    View/Open
    106221045_Christania Angelica Sengkey.pdf (2.655Mb)
    Date
    2026-02-08
    Author
    Sengkey, Christania Angelica Jr
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perubahan iklim global telah meningkatkan nilai strategis kawasan Arktik melalui terbukanya Northern Sea Route (NSR) sebagai jalur pelayaran alternatif. Tiongkok, sebagai aktor non-Arktik yang mengidentifikasi diri sebagai “negara dekat-Arktik,” memperluas keterlibatannya melalui kebijakan Polar Silk Road (PSR) dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI). Namun, keterlibatan tersebut berlangsung dalam kondisi ketergantungan struktural terhadap Rusia yang memiliki kendali atas akses hukum, infrastruktur, dan regulasi di sepanjang NSR. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis ketergantungan struktural Tiongkok terhadap Rusia di kawasan Arktik pada periode 2018–2024 dalam perspektif teori complex interdependence yang dikemukakan oleh Keohane dan Nye. Analisis difokuskan pada konfigurasi interdependensi asimetris dalam isu oceans dan money, khususnya terkait akses pelayaran, infrastruktur logistik, dan keterlibatan finansial dalam proyek energi Arktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi Tiongkok berada pada tingkat high vulnerability akibat ketiadaan alternatif akses terhadap NSR dan keterbatasan kontrol institusional, sementara Rusia memperoleh leverage struktural melalui penguasaan rezim hukum dan infrastruktur. Dalam konteks ini, BRI dan PSR tidak berfungsi sebagai instrumen untuk menghilangkan ketergantungan, melainkan sebagai strategi adaptif untuk mengelola interdependensi melalui pendalaman keterikatan ekonomi dan institusional, termasuk partisipasi dalam proyek seperti Yamal LNG dan Arctic LNG 2. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan Tiongkok–Rusia di Arktik merepresentasikan interdependensi asimetris dalam kerangka complex interdependence, di mana kekuasaan dijalankan melalui pengendalian struktur akses dan aturan, bukan melalui dominasi militer secara langsung, serta menciptakan risiko ketergantungan politik jangka panjang bagi Tiongkok.
    URI
    https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15427
    Collections
    • DISSERTATIONS AND THESES (IR)

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV