Uji Aktivitas Crude dan Hasil Pemurnian Parsial Enzim Fibrinolitik dari Bakteri Asam Laktat yang Diisolasi dari Tempe
Abstract
Penyakit kardiovaskular dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pembentukan gumpalan darah di dalam pembuluh yang menghambat aliran darah. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi oksigen dan nutrisi esensial ke jaringan tubuh menjadi tidak optimal sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti stroke dan jantung iskemik. Pengobatan konvensional telah banyak diterapkan di Indonesia. Kendati demikian, studi menunjukan adanya hambatan dari segi ekonomi maupun komplikasi menyebabkan akses pengobatan terbatas pada sebagian kecil pasien. Dalam hal ini, bioprospeksi dilakukan dengan berfokus meneliti potensi aktivitas kelompok enzim fibrinolitik pada mikroba lokal Bakteri Asam Laktat (BAL) yang diharapkan dapat menjadi kandidat pengobatan kardiovaskular untuk menjawab tantangan tersebut. Adapun metode percobaan secara in vitro yang terdiri dari optimasi pertumbuhan BAL, pengukuran kadar protease mengikuti metode Bradford, penentuan aktivitas crude enzim fibrinolitik dengan metode yang termodifikasi, optimasi proses produksi crude enzim, pemurnian parsial dengan ammonium sulfat dan dialisis, optimasi enzim hasil pemurnian parsial menggunakan metode Respon Surface Methode (RSM), serta pengaruh ion dan inhibitor. Hasil menunjukkan adanya aktivitas enzim total 57,90 ± 14,06 U/mL pada crude. Aktivitas enzim meningkat pada penggunaan buffer optimal Glycine-NaOH pH 8 menjadi 246,24 U/mL ± 0,85. Setelah pemurnian parsial menggunakan ammonium sulfat, aktivitas enzim pada kondisi optimum berubah menjadi 62,45 U/mL ± 0, sedangkan setelah dialisis menurun menjadi 13,00 U/mL pada kondisi mendekati optimum. Pengaruh penambahan ion logam menunjukkan peningkatan kembali aktivitas enzim menjadi 84,12 U/mL.
