GEOLOGI DAERAH SINDANGKERTA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SINDANGKERTA, KABUPATEN BANDUNG BARAT, JAWA BARAT
Abstract
Penelitian dilakukan di Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat untuk mengetahui kondisi
geologi, merekonstruksi sejarah geologi, serta menyelaraskan informasi dari dua peta geologi regional.
Metode penelitian mencakup tahap persiapan, penelitian, analisis, dan pengintegrasian serta penyusunan
laporan. Analisis yang dilakukan mencakup analisis geomorfologi, pembagian satuan vulkanostratigrafi,
petrografi, mikropaleontologi, dan biostratigrafi, serta pemerian jejak alterasi hidrotermal didaerah
penelitian. Wilayah penelitian mendapatkan suplai produk vulkanik dari 4 khuluk, mencakup Tilu,
Masigit, Parigi, dan Padang. Stratigrafi terdiri dari 19 satuan batuan meliputi Satuan BatupasirBatulempung yang ditemukan sebagai window, 17 satuan batuan hasil produk vullkanik, serta 1 endapan
danau sebagai satuan termuda. Struktur geologi berupa dua sesar mendatar yaitu Sesar Mendatar
Menganan Rancasenggang yang berorientasi baratlaut-tenggara dan Sesar Mendatar Menganan
Buninagara yang berorientasi relatif utara-selatan. Pada Miosen Tengah-Akhir (N9-N15), Satuan
Batupasir-Batulempung terendapkan sebagai endapan turbidit, dan selanjutnya mengalami pengangkatan
pada Miosen Akhir. Pada Pliosen, daerah penelitian kembali tergenang laut akibat transgresi, diikuti
proses vulkanisme yang membentuk produk vulkanik. Selanjutnya terjadi deformasi pada Plio-Plistosen
akibat tektonik kompresi yang terus berlanjut membentuk sesar beberapa satuan batuan, diikuti
penurunan muka air laut dan proses alterasi hidrotermal yang diduga akibat vulkanisme di selatan daerah
pemetan. Proses erosi dan pelapukan yang intensif mengakibatkan Satuan Batupasir–Batulempung serta
beberapa satuan yang sebelumnya tertindih oleh produk lebih muda dapat tersingkap.
