• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF EXPLORATION AND PRODUCTION TECHNOLOGY
    • GEOLOGICAL ENGINEERING (TEKNIK GEOLOGI)
    • DISSERTATIONS AND THESES (GL)
    • View Item
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF EXPLORATION AND PRODUCTION TECHNOLOGY
    • GEOLOGICAL ENGINEERING (TEKNIK GEOLOGI)
    • DISSERTATIONS AND THESES (GL)
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    INTERPRETASI PALEOEKOLOGI FOSIL FAUNA SEMI-AKUATIK FORMASI CITALANG, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT

    Thumbnail
    View/Open
    Hanna Aurellia Qotrunnada_101220128_Teknik Geologi.pdf (3.520Mb)
    Date
    2026-02-11
    Author
    Qotrunnada, Hanna
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini dilakukan di Lembah Cisaar, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang secara stratigrafi termasuk ke dalam Formasi Citalang berumur Plistosen. Pemilihan Formasi Citalang didasarkan karena stratigrafinya yang merekam lingkungan pengendapan transisi pada wilayah ini. Latar belakang utama penelitian ini ditemukannya asosiasi fosil fauna semi-akuatik yang melimpah, seperti buaya, kura-kura, dan kuda nil yang menjadi kunci penting dalam memahami perubahan ekosistem purba di wilayah tersebut. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi karakteristik asosiasi fosil fauna semi-akuatik serta merekonstruksi kondisi paleoekologi lingkungan pengendapan di Formasi Citalang pada kala Plistosen. Formasi ini disusun oleh batupasir dengan sisipan konglomerat dan tuf. Metode yang digunakan meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap 46 spesimen fosil yang berasal dari koleksi Museum Geologi Bandung. Analisis mencakup deskripsi morfologi, pengukuran, serta pengolahan data menggunakan Principal Component Analysis (PCA) untuk buaya dan kura-kura sedangkan untuk kuda nil menggunakan metode deskripsi morfologi untuk mendukung interpretasi taksonomi dan lingkungan purba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temuan asosiasi fauna semi-akuatik di Formasi Citalang merepresentasikan lingkungan pengendapan transisi dengan adanya kehadiran fosil semi-akuatik mengindikasikan bahwa kawasan Lembah Cisaar pada masa lalu merupakan ekosistem lahan basah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi.
    URI
    https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15512
    Collections
    • DISSERTATIONS AND THESES (GL)

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV