INTERPRETASI PALEOEKOLOGI FOSIL FAUNA SEMI-AKUATIK FORMASI CITALANG, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT
Abstract
Penelitian ini dilakukan di Lembah Cisaar, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang secara
stratigrafi termasuk ke dalam Formasi Citalang berumur Plistosen. Pemilihan Formasi Citalang
didasarkan karena stratigrafinya yang merekam lingkungan pengendapan transisi pada wilayah
ini. Latar belakang utama penelitian ini ditemukannya asosiasi fosil fauna semi-akuatik yang
melimpah, seperti buaya, kura-kura, dan kuda nil yang menjadi kunci penting dalam memahami
perubahan ekosistem purba di wilayah tersebut. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi
karakteristik asosiasi fosil fauna semi-akuatik serta merekonstruksi kondisi paleoekologi
lingkungan pengendapan di Formasi Citalang pada kala Plistosen. Formasi ini disusun oleh
batupasir dengan sisipan konglomerat dan tuf. Metode yang digunakan meliputi analisis
kualitatif dan kuantitatif terhadap 46 spesimen fosil yang berasal dari koleksi Museum Geologi
Bandung. Analisis mencakup deskripsi morfologi, pengukuran, serta pengolahan data
menggunakan Principal Component Analysis (PCA) untuk buaya dan kura-kura sedangkan
untuk kuda nil menggunakan metode deskripsi morfologi untuk mendukung interpretasi
taksonomi dan lingkungan purba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temuan asosiasi fauna
semi-akuatik di Formasi Citalang merepresentasikan lingkungan pengendapan transisi dengan
adanya kehadiran fosil semi-akuatik mengindikasikan bahwa kawasan Lembah Cisaar pada
masa lalu merupakan ekosistem lahan basah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi.
