PENGARUH SELF-REGULATION DAN PERCEIVED WORK ENVIRONMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN GENERASI Z DI JAKARTA SELATAN
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-regulation dan perceived work
environment terhadap kinerja karyawan Generasi Z di Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan termasuk penelitian asosiatif kausal, dengan
pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert 1–5. Populasi penelitian adalah karyawan
Generasi Z yang bekerja di wilayah Jakarta Selatan, sedangkan sampel berjumlah 100 responden
yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan dikumpulkan melalui teknik non-probability
sampling (kombinasi purposive dan convenience sampling) dengan kriteria responden lahir
1997–2012 serta masa kerja minimal 6 bulan. Variabel self-regulation diukur berdasarkan
indikator yang diadaptasi dari Chen & Lin (2018), perceived work environment mencakup aspek
fisik dan psikososial (misalnya dukungan rekan kerja, dukungan atasan, work-life balance, serta
kejelasan/pengembangan peran), sedangkan kinerja karyawan diukur sebagai individual work
performance yang meliputi task performance, contextual performance, dan counterproductive
work behavior. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 27 melalui uji validitas dan
reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas), serta regresi
linear berganda untuk menguji pengaruh parsial (uji t) dan simultan (uji F) pada taraf signifikansi
0,05
