| dc.description.abstract | Kegiatan pemboran merupakan tahapan krusial dalam industri minyak dan gas bumi karena berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan operasi eksplorasi dan produksi serta menyerap porsi biaya yang besar. PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatera (PHE OSES) sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina melaksanakan pemboran sumur NONA-14 dengan target utama keselamatan kerja, efisiensi operasional, pengendalian biaya, serta minimasi Non-Productive Time (NPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara perencanaan pemboran yang tertuang dalam Drilling Program dengan realisasi pelaksanaan di lapangan berdasarkan Daily Drilling Report (DDR), mengidentifikasi permasalahan lubang bor yang terjadi, serta meninjau strategi mitigasi yang diterapkan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbedaan antara rencana dan realisasi, termasuk pekerjaan tambahan seperti wash down, reaming, dan tripping berulang akibat kondisi lubang bor yang tidak sepenuhnya terantisipasi. Berbagai permasalahan teknis seperti torque & drag, lost circulation, gas kick, casing stuck, bit balling, dan dynamic loss turut memengaruhi operasi dan menambah NPT. Namun demikian, penerapan strategi mitigasi yang tepat dan bertahap memungkinkan sumur diselesaikan lebih cepat dari durasi rencana, yaitu 27,92 hari dibandingkan 33,2 hari. Studi ini menunjukkan bahwa evaluasi komprehensif antara perencanaan dan pelaksanaan pemboran, disertai mitigasi teknis yang efektif, berperan penting dalam meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan keberhasilan operasi pemboran di lingkungan lepas pantai. | en_US |