Analisis Struktur Geologi Daerah Cipatat Dan Sekitarnya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Abstract
Penelitian ini dilakukan di daerah Cipatat dan sekitarnya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dengan luas wilayah pemetaan sekitar 20 km². Daerah ini termasuk dalam Zona Bandung yang secara tektonik merupakan bagian dari busur selatan Jawa Barat dan dipengaruhi oleh aktivitas tektonik hasil interaksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Tumbukan kedua lempeng tersebut membentuk pola struktur yang kompleks seperti sesar dan lipatan yang berperan penting terhadap pembentukan morfologi wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi daerah Cipatat, meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, serta merekonstruksi sejarah geologi berdasarkan hasil analisis lapangan dan laboratorium. Metodologi yang digunakan terbagi beberapa tahapan, mencakup pemetaan geologi secara langsung, analisis struktur geologi, analisis stratigrafi, geomorfologi, serta analisis petrografi dan mikropaleontologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah Cipatat tersusun atas lima satuan batuan utama, yaitu satuan batugamping, batupasir, batulempung, breksi vulkanik, dan tuf. Satuan Batugamping berumur Oligosen Awal–Oligosen Akhir (N1–N3), Satuan Batupasir berumur Miosen Awal (N5–N8), Satuan Batulempung berumur Miosen Tengah–Pliosen Awal (N9–N20), Satuan Breksi Vulkanik berumur Pliosen Akhir–Pleistosen, dan Satuan Tuf berumur Pleistosen–Holosen. Struktur utama yang berkembang di daerah penelitian terdiri atas sesar naik, sesar mendatar, serta lipatan berupa antiklin dan sinklin yang berarah umum timur laut–barat daya (NE–SW). Berdasarkan hasil interpretasi, deformasi yang terjadi diduga kuat dipengaruhi oleh aktivitas Sesar Cimandiri yang diperkirakan sejak kala Miosen Awal, menyebabkan pembentukan struktur lipatan dan sesar di wilayah Cipatat.
