Geologi Daerah Cikelat dan Sekitarnya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Abstract
Daerah Cikelat dan sekitarnya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merupakan wilayah dengan tatanan geologi yang kompleks dan berasosiasi dengan aktivitas vulkanisme, tektonik, serta sistem hidrotermal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi geologi daerah penelitian yang meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, serta alterasi hidrotermal, guna merekonstruksi sejarah geologi daerah tersebut. Metode penelitian yang digunakan meliputi pemetaan geologi permukaan skala 1:12.500, analisis geomorfologi berbasis data DEM, analisis petrografi, analisis X-ray Diffraction (XRD), serta analisis struktur geologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun oleh Satuan Batugamping, Satuan Lava Dasit, Satuan Breksi Piroklastik 1, Satuan Intrusi Dasit, serta Satuan Breksi Lahar dan Breksi Piroklastik 2. Struktur geologi yang berkembang didominasi oleh sesar naik, sesar mendatar, dan sesar normal yang berperan penting dalam mengontrol persebaran litologi dan jalur fluida hidrotermal. Alterasi ditandai dengan kumpulan mineral ubahan rentang temperatur pembentukan dari >300°C hingga <150°C. Sintesis geologi menunjukkan bahwa daerah penelitian berkembang sejak Miosen hingga Kuarter. Pada Miosen Awal, daerah penelitian berada pada lingkungan laut dangkal yang ditandai oleh pengendapan batugamping. Selanjutnya terjadi pendangkalan laut dan perubahan lingkungan menjadi darat, diikuti oleh aktivitas vulkanisme pada Miosen Tengah–Akhir yang membentuk lava dan intrusi dasit, selanjutnya pada Pliosen terendapkan Satuan Breksi piroklastik 1, disertai tektonisme kompresi yang menghasilkan sesar naik. Pada Holosen berkembang kembali aktivitas vulkanisme yang membentuk endapan breksi lahar dan breksi piroklastik 2, bersamaan dengan pembentukan sesar mendatar dan sesar turun yang menyingkap batugamping ke permukaan. Batuan daerah penelitian hampir secara keseluruhan terubahkan akibat intrusi dasit yang membawa fluida dan terdistribusi melalui zona rekahan dan patahan. Evolusi geologi daerah penelitian dikontrol oleh interaksi antara aktivitas magmatik, tektonik, dan proses permukaan yang berlangsung dari Miosen hingga Kuarter.
