Identifikasi Bawah Permukaan dan Rembesan dengan Metode Geolistrik 2D pada Bendungan Titab, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
Abstract
Bendungan Titab merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang keberadaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi bawah permukaan, khususnya terkait potensi rembesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi di Bendungan Titab, mengetahui sebaran nilai resistivitas bawah permukaan serta kondisi litologi di lokasi penelitian, dan mengetahui keberadaan rembesan di Bendungan Titab serta penentuan visualisasi mitigasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis geomorfologi, analisis geologi regional dan lokal, serta metode geofisika berupa survei geolistrik resistivitas 2D dengan konfigurasi Dipole – Dipole. Secara geomorfologi, daerah penelitian termasuk ke dalam satuan Dataran Aluvial Sungai dan Satuan Perbukitan Vulkanik Tererosi. Litologi bawah permukaan daerah penelitian merupakan bagian dari satuan Batuan Gunungapi Jembrana (Qpvj) berumur pleistosen. Hasil interpretasi penampang resistivitas 2D menunjukkan pola resistivitas pada beberapa lintasan mengindikasikan adanya kontak litologi signifikan. Didapati 10 titik rembesan yang umumnya muncul pada zona rekahan atau litologi yang telah mengalami pelapukan. Berdasarkan kondisi tersebut, mitigasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah pembangunan sistem drainase di sekitar bendungan yang dialirkan menuju bak kontrol. Bak kontrol ini berfungsi sebagai sarana pemantauan debit dan kondisi air rembesan, sehingga dapat digunakan sebagai indikator awal untuk mengidentifikasi perubahan kondisi rembesan yang berpotensi memengaruhi keamanan Bendungan Titab.
