| dc.description.abstract | Aisyah Nur Shabrina. 101221070. Kajian Geologi Teknik Kestabilan Sill Pillar di SD 440 GHT Dengan Metode Rock Mass Rating (RMR), dan Metode Numerik di PT ANTAM Tbk, UBPE Pongkor.
Kajian geologi teknik memegang peranan krusial dalam aktivitas penambangan bawah tanah di PT ANTAM Tbk, UBPE Pongkor untuk menjamin kestabilan bukaan tambang. Sill pillar merupakan salah satu elemen struktural vital yang berfungsi sebagai penyangga alami untuk menjaga kestabilan vertikal antar stope. Keseimbangan antara kestabilan geoteknik dan efisiensi penambangan menjadi tantangan utama dalam desain sill pillar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan kualitas massa batuan, menentukan Factor of Safety (FS), dan merekomendasikan ketebalan sill pillar yang optimal dan aman di area SD 440 GHT. Metode penelitian yang digunakan mengintegrasikan pendekatan empiris dan numerik. Dan juga terdapat metode pendukung berupa Metode Mathews. Klasifikasi massa batuan dilakukan menggunakan metode Rock Mass Rating (RMR). Analisis kestabilan pilar menggunakan dua pendekatan empiris, yaitu Tavakoli (1994) dan Pakalnis (1997), untuk menghitung Factor of Safety (FS). Hasil analisis empiris kemudian akan diverifikasi dan divisualisasikan menggunakan pemodelan numerik dua dimensi yang berbasis Finite Element Method (FEM) dengan perangkat lunak Phase2. Hasil klasifikasi massa batuan di lokasi penelitian menunjukkan nilai RMR rata-rata 50, yang termasuk ke dalam kelas III (sedang). Analisis empiris dan numerik ini menunjukkan konsistensi bahwa ketebalan sill pillar 2 meter dan 3 meter memenuhi standar keamanan minimum perusahaan (FS > 2,0). Pada ketebalan 2 meter, nilai FS berkisar antara 2,38 (Tavakoli) hingga 2,5 (Pakalnis), dengan nilai Strength Factor (SF) dari Phase2 sebesar 2,0. Berdasarkan konsistensi antara hasil empiris dan numerik, penelitian ini menyimpulkan bahwa ketebalan sill pillar 2 meter merupakan desain optimal yang aman dan efisien untuk diterapkan di SD 440 GHT. Selain analisis kestabilan, penelitian ini juga melakukan korelasi data bor untuk memvalidasi model geologi bawah permukaan. Hasil korelasi berhasil mengonfirmasi kontinuitas sebaran litologi yang ditemukan di terowongan, yang terdiri dari tuf breksi sebagai batuan induk (host rock) dan urat kuarsa sebagai badan bijih, yang terbukti merupakan bagian dari sistem urat yang menerus secara vertikal sesuai dengan data di kedalaman | en_US |