EXPLORATORY DATA ANALYSIS (EDA) VARIASI UNSUR JEJAK MINERAL APATIT PADA ENDAPAN SKARN
Abstract
Apatit merupakan mineral aksesori penting yang mampu merekam kondisi fisik– kimia fluida magmatik–hidrotermal, sehingga analisis unsur jejaknya efektif untuk menafsirkan proses pembentukan endapan skarn. Endapan skarn terbentuk melalui reaksi metasomatis antara fluida magmatik–hidrotermal dan batuan karbonat di sekitar intrusi magma, serta berasosiasi dengan berbagai komoditas logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi geokimia apatit dan mengevaluasi perbedaannya pada empat tipe endapan skarn, yaitu Fe-skarn, Cu-skarn, Zn-skarn, dan W–Sn-skarn, menggunakan pendekatan exploratory data analysis (EDA) terhadap data unsur jejak yang telah distandardisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi unsur jejak dan tipe apatit dikontrol oleh tatanan tektonik, tipe intrusi, sifat fluida, dan karakter batuan induk. Apatit pada Fe-skarn dicirikan oleh pengayaan LREE, V, dan Th, mencerminkan kondisi oksidatif yang berasosiasi dengan intrusi mafik–intermediet pada tatanan subduksi, dan umumnya berkembang sebagai fluorapatit hingga fluor–klorapatit. Apatit pada Cu-skarn menunjukkan kandungan Sr dan Ba yang relatif tinggi, serta pengayaan Mn dan U, yang merekam dominasi fluida magmatik–hidrotermal dari intrusi menengah hingga felsik yang berevolusi, dengan tipe apatit utama berupa fluorapatit. Sebaliknya, apatit pada Zn-skarn dicirikan oleh pengayaan Mn, Sr, Ba, dan Pb serta kandungan U yang rendah, yang mencerminkan pengaruh fluida basinal brine bersalinitas tinggi, kaya Cl, dan bersifat reduktif pada tatanan ekstensional; tipe apatit yang berkembang didominasi oleh klorapatit. Apatit pada W–Sn-skarn menunjukkan pengayaan Mn dan unsur-unsur yang kompatibel terhadap fluor, berasosiasi dengan intrusi granit tipe S yang berevolusi pada lingkungan post-kolisi hingga ekstensional, dan umumnya berupa fluorapatit. Secara keseluruhan, apatit terbukti menjadi indikator geokimia yang andal untuk membedakan tipe komoditas skarn dan menafsirkan kondisi geologi pembentuknya.
