Show simple item record

dc.contributor.authorYanti, Fira Maulida
dc.date.accessioned2026-02-13T09:18:17Z
dc.date.available2026-02-13T09:18:17Z
dc.date.issued2026-02-13
dc.identifier.urihttps://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15617
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja rantai pasok pangan pariwisata di Desa Wisata Alamendah, Kabupaten Bandung, dengan studi kasus pada UMKM Katumbiri sebagai pengolah produk olahan stroberi. Metode yang digunakan adalah model Green Supply Chain Operations Reference (Green SCOR) yang dikombinasikan dengan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot setiap Key Performance Indicator (KPI). Penyusunan KPI mengacu pada proses utama Plan, Source, Make, dan Deliver dengan mempertimbangkan aspek green procurement, green manufacturing, dan green distribution. Sebanyak 13 KPI digunakan dalam pengukuran kinerja rantai pasok. Penilaian dilakukan melalui perhitungan nilai aktual, normalisasi menggunakan metode Snorm de Boer, serta penggabungan bobot global KPI untuk memperoleh nilai akhir kinerja. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai akhir kinerja rantai pasok UMKM Katumbiri sebesar 64,74 dan termasuk dalam kategori average performance, yang menunjukkan bahwa sistem rantai pasok telah berjalan cukup baik namun masih memerlukan peningkatan pada beberapa indikator. Beberapa KPI menunjukkan capaian kinerja tinggi, antara lain KPI-05 persentase bahan baku memenuhi standar, KPI-06 persentase pembelian bahan baku lokal, KPI-08 persentase produk cacat, KPI-10 ketepatan jadwal produksi UMKM, serta KPI-13 persentase produk rusak di titik penjualan. Berdasarkan evaluasi menggunakan Traffic Light System (TLS), diperoleh tujuh KPI berada pada kategori merah, satu KPI pada kategori kuning, dan lima KPI pada kategori hijau, dengan KPI merah didominasi oleh indikator aspek lingkungan. Hasil pengelompokan menunjukkan bahwa KPI operasional umum memberikan kontribusi sebesar 89,45%, sedangkan KPI green hanya menyumbang 10,55% dari total skor kinerja. Oleh karena itu, implikasi manajerial penelitian ini difokuskan pada perbaikan KPI lingkungan melalui peningkatan pengelolaan limbah, pengurangan konsumsi sumber daya, serta penerapan kemasan ramah lingkungan, tanpa mengabaikan kinerja operasional yang telah berjalan baik.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.subjectGreen SCOR, Supply Chain Performance, Analytical Hierarchy Process, Traffic Light System, Snorm de Boer, Food MSMEs, Tourism Villageen_US
dc.titlePENGUKURAN KINERJA GREEN SCOR PADA RANTAI PASOK PANGAN PARIWISATA (STUDI KASUS: DESA WISATA ALAMENDAH, KABUPATEN BANDUNG)en_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record