Show simple item record

dc.contributor.authorSinaga, Samuel Putra Goldvist
dc.date.accessioned2026-02-14T06:17:55Z
dc.date.available2026-02-14T06:17:55Z
dc.date.issued2026-02-13
dc.identifier.urihttps://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15627
dc.descriptionSektor Industri Kelapa Sawit memiliki tantangan dalam rantai pasok. Rantai pasok yang diteliti dalam penelitian ini berfokus diruang lingkup pemasok menuju mill dengan permasalahan distribusi yang tidak tepat waktu. Distribusi yang tidak tepat akan menggangu terhadap kualitas TBS, serta distribusi yang tidak tepat waktu pengiriman akan berdampak terhadap emisi karbon. Dari permasalahan tersebut, penelitian yang dilakukan adalah meminimasi durasi pengiriman dan meminimasi emisi karbon menggunakan goal programming dengan dua model yang dibuat, yaitu model normal dan model analisis sensitivitas.en_US
dc.description.abstractPT Farinda Bersaudara merupakan perusahaan pengolahan kelapa sawit yang berlokasi di Provinsi Kalimantan Timur dan bergantung pada distribusi Tandan Buah Segar (TBS) dari delapan pemasok utama, yaitu Jambuk Plasma, Jambuk Inti, Siram Jaya Plasma, Siram Jaya Inti, Penawai Plasma, Penawai Inti, TSS, dan Munte. Berdasarkan data aktual periode Juli–Agustus 2025, sebagian besar pengiriman TBS mengalami keterlambatan dibandingkan standar operasional perusahaan. Keterlambatan ini menyebabkan peningkatan durasi pengiriman dan emisi karbon kendaraan, yang berpotensi menurunkan kualitas TBS karena lamanya pengiriman serta berdampak pada keberlanjutan sistem logistik perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model optimasi durasi pengiriman dan emisi karbon distribusi TBS dari multiple supplier menuju mill menggunakan metode goal programming. Data yang digunakan meliputi jarak tempuh, kecepatan rata-rata kendaraan, muatan truk, durasi pengiriman, faktor emisi per kilometer, emisi karbon muatan, dan emisi karbon total. Model goal programming disusun dengan dua tujuan utama, yaitu meminimalkan durasi pengiriman dan meminimalkan emisi karbon, dengan mempertimbangkan batasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan goal programming mampu menghasilkan solusi optimal pada model normal maupun model analisis sensitivitas. Secara keseluruhan, hasil optimasi memperlihatkan bahwa metode goal programming mampu menyeimbangkan optimasi antara durasi pengiriman dan emisi karbon, kemudian untuk muatan bertambah atau kecepatan bertambah tidak tentu menambah emisi karbon atau mengurangi durasi kecepatan.en_US
dc.description.sponsorship-en_US
dc.publisherSinaga, Samuel Putra Goldvisten_US
dc.subjectDistribusi TBS, Optimasi, Goal Programming, LINGO 18en_US
dc.titleANALISIS DAN OPTIMASI JARINGAN TRANSPORTASI TANDAN BUAH SEGAR MULTIPLE SUPPLIER MENUJU MILL MENGGUNAKAN METODE GOAL PROGRAMMING (STUDI KASUS PT FARINDA BERSAUDARA)en_US
dc.typeArticleen_US
dc.typeDataseten_US
dc.typeSoftwareen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record