PERENCANAAN PRODUKSI PERTAMAX MENGGUNAKAN METODE FORECASTING (STUDI KASUS: PERTAMINA REFINERY UNIT IV CILACAP)
Abstract
Penelitian ini tentang perencanaan produksi pertamax dengan tujuannya menentukan
hasil dari input perencanaan produksi dan persediaan dengan metode peramalan. Dalam
43 bulan terjadi 13 kejadian mengalami overstock, lalu terjadi 2 kejadian
mengalami balance dan terjadi 28 kejadian mengalami understock dengan rata-rata
kapasitas produksi pertamax 682,127 barrel. Penelitian ini memiliki tujuan untuk
menentukan metode forecasting terbaik dalam memproyeksikan permintaan Pertamax
sebagai dasar pengambilan keputusan produksi dan pengendalian persediaan. Metode yang
akan digunakan yang meliputi dari Moving Average, Exponential Smoothing, Naïve, dan
Regresi Linier. Menggunakan nilai error peramalan yaitu Mean Absolute Deviation
(MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE).
Hasil penelitian metode Regresi Linier menghasilkan nilai MAD, MSE, dan MAPE yang
paling kecil, dengan nilai MAPE sebesar 0,73% yang termasuk dalam kategori sangat baik,
serta mampu memberikan tren penurunan permintaan Pertamax secara konsisten. Dengan
demikian, penerapan metode Regresi Linier direkomendasikan sebagai dasar dalam
pengendalian perencanaan produksi Pertamax untuk meminimalkan risiko overstock dan
understock serta meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
