Show simple item record

dc.contributor.authorReynaldy Hardy, Tonny
dc.date.accessioned2026-02-18T03:55:00Z
dc.date.available2026-02-18T03:55:00Z
dc.date.issued2026-02-04
dc.identifier.urihttps://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15663
dc.description.abstractIndonesia merupakan negara yang memiliki 2 musim yaitu kemarau dan hujan, musim hujan di Indonesia ini sering menyebabkan bencana banjir contohnya di kota Jakarta. Banjir juga sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim yang dimana perubahan iklim berdampak pada peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan dan terjadinya peristiwa ekstrem seperti banjir dan kekeringan Seiring dengan meningkatnya ancaman perubahan iklim global, pola cuaca yang lebih ekstrem diprediksi akan memperburuk dampak banjir di berbagai wilayah, termasuk Jakarta secara khusus pada DAS Ciliwung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbandingan curah hujan eksisting dan curah hujan skenario perubahan iklim serta melakukan pemodelan genangan banjir dengan skenario dan tanpa skenario perubahan iklim pada DAS Ciliwung dengan menggunakan software HEC-RAS. Pada penelitian ini data perubahan iklim yang digunakan berjumlah 5 yaitu AWI-ESM-1-REcoM, CESM2-WACCM, CMCC- ESM2, NESM3 dan MRI-ESM 2-0. Data data tersebut merupakan model Global Climate Model (GCM). Curah hujan output GCM diolah terlebih dahulu dengan teknik statistical downscaling untuk diregionalisasi berdasarkan tempat yang ditinjau. Selanjutnya curah hujan proyeksi tersebut dikoreksi terlebih dahulu dengan Quantile Mapping Correction. Setelah data tersebut dikoreksi selanjutnya akan dilakukan analisis hidrologi untuk mendapatkan curah hujan jam jaman. Setelah itu data curah hujan jam-jamannya akan diinput kedalam software HEC-HMS untuk mendapatkan debit banjir rencana. Debit banjir yang telah didapatkan akan dimodelkan menggunakan software HEC-RAS. Berdasarkan pemodelan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa nilai luas genangan banjir untuk setiap skenario berbeda-beda. Pada kala ulang 5 tahun, luasan genangan banjir kondisi proyeksi melebihi luasan genangan banjir kondisi observasi yang mengindikasikan adanya peningkatan potensi banjir pada kejadian hujan dengan periode ulang rendah. Sedangkan pada kala ulang 50 tahun, terjadi peningkatan luas genangan banjir yang signifikan di salah satu dataset yaitu CESM2-WACCM Hal ini mengindikasikan adanya variasi respons antar model terhadap kejadian ekstrem, serta menunjukkan bahwa pemilihan model GCM berpengaruh signifikan terhadap hasil proyeksi luasan genangan.en_US
dc.subjectCurah hujanen_US
dc.subjectDebit Banjiren_US
dc.subjectBanjiren_US
dc.subjectPerubahan iklimen_US
dc.subjectHEC-HMSen_US
dc.subjectHEC-RASen_US
dc.titleAnalisis Genangan Banjir Akibat Perubahan Iklim Pada DAS Ciliwung Dengan menggunakan 5 Dataset Model CMIP6en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record