| dc.description.abstract | Daerah penelitian secara geografis termasuk ke dalam Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dengan luasan daerah penelitian sebesar 23,7 km2. Penelitian ini dilakukan karena belum tersedianya gambaran vulkanostratigrafi detail serta adanya perbedaan dua interpretasi peta geologi regional. Analisis yang digunakan pada penelitian ini mencakup analisis petrografi, analisis struktur, analisis geokimia yang dikolaborasikan menjadi sebuah sintesis geologi. Daerah penelitian terbagi menjadi 18 satuan geologi dengan 16 satuan diinterpretasikan sebagai produk vulkanik dari 3 khuluk yaitu Khuluk Soreang Tua, Khuluk Soreang Muda, dan Khuluk Padang sedangkan 2 satuan lainnya merupakan endapan permukaan. Hasil analisis geokimia menunjukkan bahwa seri magma pada daerah penelitian termasuk ke dalam kalk-alkali dengan litologi berupa basaltik-andesit dan dasit. Struktur yang berkembang pada daerah penelitian adalah Sesar Mendatar Mengiri Turun Batulayang dan Sesar Mendatar Mengiri Turun Mukapayung dengan orientasi keduanya berarah timur laut-tenggara. Aktivitas vulkanisme yang terjadi pada daerah penelitian dimulai sejak Pliosen. Aktivitas vulkanisme awal yang terekam pada daerah penelitian dimulai dari Khuluk Soreang Tua yang menghasilkan 5 satuan lava. Selanjutnya pusat erupsi bergeser ke sebelah barat menghasilkan Gunung Soreang Muda yang menghasilkan 11 produk, yaitu 9 satuan lava dan 2 satuan breksi piroklastik. Gunung Padang memiliki 2 produk yang menempati bagian barat daya daerah penelitian. Proses erosi terjadi setelahnya menghasilkan endapan permukaan. | en_US |