| dc.description.abstract | Penelitian ini tentang Geologi dan Kualitas Air tanah pada Akuifer Endapan Gunung Api di
Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang bertujuan untuk menentukan tatanan
geologi, mengidentifikasi kondisi hidrogeologi, dan mengidentifikasi kualitas air tanah di daerah
penelitian. Metode penelitian ini menggunakan metode studi literatur, observasi geologi, dan
observasi hidrogeologi. Pada observasi geologi, dilakukan pengamatan dan pengambilan data di
lapangan terkait fitur-fitur geologi (litologi, struktur geologi, dan geomorfologi). Sementara itu,
observasi hidrogeologi dilakukan pengamatan dan pengambilan data di lapangan terkait fitur-fitur
hidrogeologi (sifat fisika air tanah, muka air tanah, dan debit air). Geomorfologi daerah penelitian
terdiri dari lima satuan geomorfologi. Litologi di daerah penelitian tersusun oleh Satuan Tuf, Satuan
Breksi Piroklastik, dan Satuan Lava Andesit. Struktur geologi yang terdapat di daerah penelitian
merupakan sesar mendatar menganan Cipelang dan Sukaharja yang berarah barat-timur. Tipologi
sistem akuifer daerah penelitian termasuk ke dalam tipologi sistem akuifer endapan gunung api yang
terdapat 5 mata air (MA-SH-1, MA-SH-2, MA-CP-1, MA-CP-2, MA-CP-3) di lereng dan kaki
Gunung Salak. Pola aliran air tanah daerah penelitian mengalir ke arah timur menuju Sungai
Cisadane, sehingga relasi antara air tanah dan air permukaan di daerah penelitian merupakan efluen.
Fasies air tanah daerah penelitian termasuk ke dalam kalsium-magnesium bikarbonat, karena air
tanah di daerah penelitian dominan mengandung kalsium (Ca²), bikarbonat (HCO₃⁻), dan magnesium
(Mg²⁺). Kualitas air tanah di daerah penelitian berdasarkan sifat fisika dan kimia memiliki nilai pH
netral, kadar TDS rendah, dan kandungan ion utama (Ca²⁺, Mg²⁺, Na⁺, HCO₃⁻, Cl⁻, SO₄²⁻) dalam
batas wajar. Namun, terdapat mata air MA-SH-1 dan MA-SH-2 yang mengandung Kadmium (Cd)
yang tidak normal serta terdapat mata air MA-SH-2, MA-CP-1, MA-CP-2, MA-CP-3 yang
mengandung mikrobiologi. Oleh karena itu, air tanah di daerah penelitian harus dilakukan pemurnian
air secara Reverse Osmosis, sehingga menghasilkan air tanah yang berkualitas untuk masyarakat. | en_US |