• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF EXPLORATION AND PRODUCTION TECHNOLOGY
    • PETROLEUM ENGINEERING (TEKNIK PERMINYAKAN)
    • DISSERTATIONS AND THESES (PE)
    • View Item
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF EXPLORATION AND PRODUCTION TECHNOLOGY
    • PETROLEUM ENGINEERING (TEKNIK PERMINYAKAN)
    • DISSERTATIONS AND THESES (PE)
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Kinerja Produksi dengan Penerapan Liquid Constraint Menggunakan Metode Pemodelan Lapangan Terintegrasi (IPM)

    Thumbnail
    View/Open
    101321022-Muhammad Alvin-Teknik Perminyakan-Laporan Tugas Akhir.pdf (4.010Mb)
    Date
    2026-02-11
    Author
    Alvin, Muhammad
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Lapangan minyak yang telah memasuki fase produksi lanjut umumnya menghadapi penurunan tekanan reservoir, peningkatan produksi air, serta keterbatasan kapasitas fasilitas permukaan. Kondisi tersebut menyebabkan potensi produksi reservoir tidak selalu dapat direalisasikan secara optimal, sehingga diperlukan pendekatan analisis yang mampu menggambarkan interaksi antara reservoir, sumur, dan fasilitas permukaan secara terintegrasi. Integrated Production Modeling (IPM) merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja sistem produksi lapangan secara menyeluruh dan realistis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja produksi Lapangan X pada skenario pengembangan dengan penerapan liquid constraint menggunakan pendekatan IPM. Pemodelan reservoir dilakukan menggunakan MBAL untuk mengevaluasi karakteristik reservoir dan perilaku tekanan, sedangkan pemodelan sumur dilakukan menggunakan PROSPER untuk menganalisis performa aliran sumur. Selanjutnya, seluruh model diintegrasikan ke dalam GAP untuk membangun model lapangan terintegrasi dan menyimulasikan kondisi produksi tanpa batasan serta kondisi dengan liquid constraint akibat keterbatasan kapasitas separator selama enam bulan awal produksi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan liquid constraint menyebabkan perlunya pengaturan choke pada masing-masing sumur dan penutupan sementara pada sumur tertentu guna menjaga laju fluida total tetap berada dalam batas kapasitas fasilitas. Kondisi ini berdampak pada penurunan produksi minyak kumulatif dibandingkan dengan skenario tanpa batasan. Selain itu, hasil perhitungan recovery factor pada masing-masing reservoir menunjukkan adanya penurunan nilai akibat keterbatasan fasilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan IPM efektif dalam mengevaluasi kinerja produksi lapangan dan mendukung pengambilan keputusan teknis pada kondisi keterbatasan fasilitas.
    URI
    https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15687
    Collections
    • DISSERTATIONS AND THESES (PE)

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV