| dc.description.abstract | Penelitian ini berada di Cekungan Jawa Timur Utara. Cekungan Jawa Timur Utara dikenal memiliki sifat overpressure dengan magnitude tinggi, terlebih setelah kejadian semburan Lumpur Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rezim tegasan, potensi kehadiran overpressure di formasi area penelitian, mekanisme pembentukan overpressure dan rekomendasi berat lumpur yang optimum.
Metode yang digunakan dalam estimasi tekanan pori dan rekah adalah dengan Metode Eaton dan tegasan horizontal maksimum dengan persamaan Kirsch. Dimulai dari tahap pendahuluan, tahap pengumpulan data berupa data geologi regional daerah penelitian, mudlog, data wireline log, data geokimia, dan data pengeboran. Pengolahan data dilakukan pada lima sumur (PC-1, PC-2, SA-1, MP-1, dan MP-2) dengan melakukan penentuan interval shale, penentuan tegasan vertikal, penentuan Normal Compaction Trend (NCT), estimasi tekanan pori, tekanan rekah serta tegasan maksimum, penentuan rezim tegasan, penentuan berat lumpur yang optimum, penentuan puncak overpressure, mekanisme pembentukan overpressure, dan hubungan geologi dengan kemunculan overpressure, serta diakhiri dengan tahap penyelesaian, yaitu penyusunan laporan tugas akhir.
Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan seluruh sumur di rezim tegasan yang sama, yaitu rezim strike-slip. Kemunculan top overpressure memiliki rentang kedalaman 600-1.230 mTVDSS. Zona overpressure ditemukan pada Formasi Tuban, Formasi Mundu, dan Formasi Pucangan pada interval batuserpih dan batulempung. Mekanisme pembentukan overpressure merupakan mekanisme kombinasi (unloading dan loading) dan loading secara dominan. Mekanisme kombinasi pada area penelitian disebabkan oleh perubahan mineral smektit menjadi ilit dan kecepatan sedimentasi yang relatif minor, sedangkan mekanisme loading pada daerah penelitian disebabkan oleh kecepatan sedimentasi yang sangat tinggi, yaitu terendapkan lebih dari 100 m/juta tahun. | en_US |