| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, yang termasuk kedalam Zona Pegunungan Selatan Jawa. Dari segi fisiografi, daerah Pegunungan Selatan Jawa Timur terletak di dalam jalur magmatik Sunda - Banda yang telah lama dikenal sebagai tempat sebaran mineral-logam seperti emas (Au), molibdenum (Mo), dan tembaga (Cu) dalam Formasi Mandalika. Tujuan utama penelitian ini untuk memetakan zonasi alterasi dan mengidentifikasi karakteristik dan persebaran mineraloginya menggunakan integrasi pengamatan lapangan, petrografi, mineragrafi, dan analisis spektral digital. Metode pengambilan data dilakukan melalui pengukuran titik pada setiap sampel batuan, kemudian didapatkan hasil identifikasi mineralogi dari ekstraksi database spektrometer Analytical Spectral Devices (ASD). Hasil analisis menunjukkan kehadiran himpunan mineral yang terdapat di area penelitian. Berdasarkan asosiasi mineral tersebut, daerah penelitian dibagi menjadi lima zona alterasi, yaitu: Zona Alterasi Dikit ± Pirofilit ± Kaolinit (Argilik Lanjut), Zona Alterasi Ilit ± Smektit ± Kaolinit (Argilik), Zona Alterasi Serisit + Kuarsa (Filik), Zona Alterasi Klorit ± Magnetit ± Epidot (Propilitik Dalam), Zona Alterasi Klorit ± Kalsit (Propilitik Luar). Kemudian mineralisasi yang hadir di area penelitian menunjukkan asosiasi mineral yang beragam. Terdiri dari mineral sulfida (pirit, kalkopirit, kovelit, dan kalkosit), mineral oksida (magnetit) dan butiran emas (Native Au). Serta terdapat produk oksidasi sekunder berupa hematit, goetit, dan jarosit. Kehadiran mineral penciri di setiap zona alterasi serta kompleksitas mineral bijih yang ditemukan menunjukkan bahwa karakteristik alterasi dan mineralisasi di daerah Tirtoyudo merupakan bagian dari sistem Epitermal yang berasosiasi dengan endapan Porfiri. | en_US |