| dc.description.abstract | Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi pola geometri hasil proses Wire Electrical Discharge Machining (WEDM) terhadap sifat keterbasahan Aluminium 7075, yang berpotensi mencapai kondisi superhidrofobik akibat energi permukaan intrinsiknya yang rendah. Penelitian dilakukan dengan memvariasi pola (straight, sinusoidal, rectangle, dovetail) dan diameter kawat (0,010 dan 0,012 inci) metode pengukuran CA dan CAH diukur sebagai menggunakan contact angle goniometer dengan metode sessile drop untuk CA dan needle embedded sessile drop untuk CAH. Analisis data CAH dengan pendekatan numerik berbasis metode DropenVideo untuk memastikan akurasi. Hasil penelitian menunjukkan pola sinusoidal dengan diameter kawat 0,010 inci menghasilkan CA 162,66° dan CAH 5,64°, mengindikasikan kondisi superhidrofobik stabil dengan klasifikasi wetting state Cassie–Cassie. Sebaliknya, pola straight dengan diameter sama hanya mencapai CA 119,44° dan CAH 35,589° yang menunjukkan kondisi mixed wetting. Analisis pemodelan parameter kekasaran optimal dicapai melalui kombinasi faktor kekasaran nano rendah (R ≈ 1,213), distribusi kekasaran merata (φ ≈ 0,213), dan fraksi kontak padat minimal (fₛ ≈ 0,045) sehingga trapping udara mencapai 95,45%. Menyimpulkan pola geometri dan diameter kawat pada proses WEDM secara signifikan menentukan karakteristik kekasaran dan kondisi wetting state. | en_US |