Show simple item record

dc.contributor.authorAlmira, Saniya
dc.date.accessioned2021-02-17T10:06:25Z
dc.date.available2021-02-17T10:06:25Z
dc.date.issued2021-02-17
dc.identifier.urihttps://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/3166
dc.descriptionMikroorganisme yang memiliki habitat suhu ekstrem disebut mikroorganisme termofilik. Mikroorganisme termofilik memiliki protein yang tahan terhadap panas, salah satunya enzim termostabil. Enzim termostabil banyak digunakan dalam aplikasi industri sebagai biokatalis. Penerapan enzim termostabil untuk bioteknologi dapat mengurangi biaya operasional dan mempercepat laju reaksi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengisolasi gen pontesial pengkode enzim termostabil, menentukan homologi, perbedaan urutan asam amino, dan kekerabatan terdekat dari sampel. Metode yang dilakukan melalui pendekatan metagenomik menggunakan teknik PCR acak. Hasil PCR acak dari sampel metagenom diklon dalam vektor kloning yang selanjutnya ditentukan urutan nukleotidanya (sekuensing). Hasil homologi protein menunjukkan sampel 23 dan 24 memiliki kemiripan tertinggi dengan kelas enzim Short-chain Dehydrogenase Reductase (SDR) oksidoreduktase [Caldivirga maquilingensis] sebesar 58,58% dan 58,02%. Untuk sampel 45 didapatkan homologi tertinggi dengan 3-dehidrokuinat dehidratase Tipe I [Metallosphaera] dengan kemiripan 79,88%. Hasil analisis filogenetik sampel 23 memiliki hubungan kekerabatan terdekat dengan sampel 24. Sedangkan sampel 45 memiliki kekerabatan terdekat dengan 3-dehidrokuinat dehidratase Tipe I dari spesies Metallospaera. Hasil analisis urutan asam amino menunjukan bahwa sampel 45 memiliki perbedaan yang paling sedikit dengan urutan asam amino database dari situs NCBI dibandingkan dengan sampel 23 dan 24. Hal ini menyebabkan sampel 45 memiliki persen kemiripan paling besar dengan database.en_US
dc.description.abstractMikroorganisme yang memiliki habitat suhu ekstrem disebut mikroorganisme termofilik. Mikroorganisme termofilik memiliki protein yang tahan terhadap panas, salah satunya enzim termostabil. Enzim termostabil banyak digunakan dalam aplikasi industri sebagai biokatalis. Penerapan enzim termostabil untuk bioteknologi dapat mengurangi biaya operasional dan mempercepat laju reaksi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengisolasi gen pontesial pengkode enzim termostabil, menentukan homologi, perbedaan urutan asam amino, dan kekerabatan terdekat dari sampel. Metode yang dilakukan melalui pendekatan metagenomik menggunakan teknik PCR acak. Hasil PCR acak dari sampel metagenom diklon dalam vektor kloning yang selanjutnya ditentukan urutan nukleotidanya (sekuensing). Hasil homologi protein menunjukkan sampel 23 dan 24 memiliki kemiripan tertinggi dengan kelas enzim Short-chain Dehydrogenase Reductase (SDR) oksidoreduktase [Caldivirga maquilingensis] sebesar 58,58% dan 58,02%. Untuk sampel 45 didapatkan homologi tertinggi dengan 3-dehidrokuinat dehidratase Tipe I [Metallosphaera] dengan kemiripan 79,88%. Hasil analisis filogenetik sampel 23 memiliki hubungan kekerabatan terdekat dengan sampel 24. Sedangkan sampel 45 memiliki kekerabatan terdekat dengan 3-dehidrokuinat dehidratase Tipe I dari spesies Metallospaera. Hasil analisis urutan asam amino menunjukan bahwa sampel 45 memiliki perbedaan yang paling sedikit dengan urutan asam amino database dari situs NCBI dibandingkan dengan sampel 23 dan 24. Hal ini menyebabkan sampel 45 memiliki persen kemiripan paling besar dengan database.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.subjectEnzim termostabil, pendekatan metagenomik, homologi protein, filogenetiken_US
dc.titleEKSPLORASI GEN POTENSIAL PENGHASIL ENZIM TERMOSTABIL DARI MIKROORGANISME TERMOFILIK KAWAH DOMASen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record