Show simple item record

dc.date.accessioned2021-08-18T03:35:37Z
dc.date.available2021-08-18T03:35:37Z
dc.date.issued2021-08-13
dc.identifier.urihttps://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/4152
dc.description.abstractKota Padang merupakan salah satu wilayah yang memiliki risiko tertinggi terdampak bencana tsunami Mentawai Megathrust. Dalam menghadapi potensi bencana tersebut, diperlukan perencanaan evakuasi yang tepat guna mengurangi jumlah korban yang ditimbulkan. Lokasi Tempat Evakuasi Sementara (TES) perlu dipertimbangkan agar dapat memastikan masyarakat mampu mencapai lokasi TES dalam waktu yang singkat. Berdasarkan situasi terkini, perencanaan evakuasi semakin kompleks karena adanya pandemi COVID-19 yang merebak secara global, sehingga perlu mengantisipasi terjadinya penyebaran virus di lokasi TES. Penelitian ini bertujuan untuk merancang lokasi-alokasi TES dalam menghadapi potensi bencana Mentawai Megathrust di Kota Padang dengan pertimbangan jaga jarak sesuai standar protokol kesehatan pandemi COVID-19. Penentuan lokasi-alokasi menggunakan perangkat lunak Geograhphic Information System (GIS) dengan ekstensi Network Analysis. Penelitian ini menggunakan skenario waktu evakuasi dengan interval waktu 3-30 menit yang dipertimbangkan berdasarkan penggunaan waktu respon masyarakat terhadap bencana. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh empat hasil lokasi-alokasi berdasarkan skenario waktu evakuasi dan keputusan penambahan TES Usulan. Pada TES Tersedia menggunakan skenario dengan waktu respon, interval waktu evakuasi selama 3-23 menit dengan TES sejumlah 3-64 unit dapat menampung 0.8-18.10% dari total penduduk yang diprediksi terdampak bencana. Adapun dengan menggunakan skenario tanpa waktu respon dengan interval waktu evakuasi selama 10-30 menit, 20- 69 TES dapat menampung 5.36-19.51%. Setelah menambahkan TES Usulan menggunakan skenario waktu respon, pada interval waktu evakuasi selama 3-23 menit dengan 9-127 TES dapat menampung 1.77%-34.31%. Adapun saat menggunakan skenario tanpa waktu respon dengan interval waktu evakuasi selama 10-30 menit, persentase menjadi 11.05%-39.84% dengan 42-151 TES. Berdasarkan situasi dan skenario yang digunakan, maka masih banyak penduduk yang belum teralokasi di TES yang sudah ada. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan penambahan TES dengan lokasi yang strategis agar jumlah penduduk yang terselamatkan dapat meningkat.en_US
dc.subjectEvakuasi, GIS, Lokasi-Alokasi, Mentawai Megathrust, TESen_US
dc.titlePERANCANGAN LOKASI-ALOKASI TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA (TES) BERBASIS GIS DENGAN MEMPERTIMBANGKAN SITUASI PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS: KOTA PADANG)en_US
dc.title.alternativeDesign of GIS-Based Temporary Evacuation Sites (TES) By Considering the COVID-19 Pandemic Situation (Case Study: Padang City)en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record