Show simple item record

dc.contributor.authorDarmawan, Ahmad Zikri
dc.contributor.authorDarmawan, Ahmad Zikri
dc.date.accessioned2023-01-02T10:40:01Z
dc.date.available2023-01-02T10:40:01Z
dc.date.issued2022-12-31
dc.identifier.urihttps://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/7610
dc.description.abstractPT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Perawang Mill, perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia pulp & paper terbesar di Indonesia. Karyawan perusahaan ini sekitar 6000 karyawan dengan total produksi 1,9 juta MT per tahun. Adapun dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) yang berdasarkan hasil evaluasi di tahun 2019, pabrik Indah Kiat Perawang memperoleh peringkat Biru, yang menunjukkan bahwa pabrik telah memenuhi semua peraturan pemerintah yang terkait dengan lingkungan hidup. Dalam upaya mencegah terjadinya pencemaran lingkungan PT. IKPP Perawang Mill berkomitmen melakukan pengolahan limbah cair yang mereka hasilkan. Limbah cair yang diolah di waste water treatment PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Perawang Mill berasal dari 2 sumber, yaitu Pulp Mill dan Paper & Tissue Mill. Limbah cair yang dihasilkan oleh dua sumber tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, limbah cair dari paper& tissue mill kuaalitas beban pencemarnya relatif lebih kecil dari limbah cair dari pulp mill, namun debit limbah cair yang dihasilkan oleh paper & tissue mill cukup besar. Proses pengolahan yang digunakan di IPAL PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Perawang Mill khususnya unit EN-2M dimulai dari primary clarifier dan secondary clarifier. Pengolah dimulai dari saluran yang masuk ke bak inlet akan melewati bar screen, kemudian limbah masuk ke equalization tank . Dari kolam ini limbah cair dipompakan ke disversion tank, dan selanjutnya masuk ke kolam pengendapan awal (primary clarifier). Overflow dari primary clarifier ini dialirkan ke buffer tank untuk menetralkan pH. Setelah itu, limbah dipompakan ke cooling tower untuk diturunkan temperaturnya. Kemudian untuk secondary treatment dimulai dari air limbah di cooling tower dialirkan ke aerated lagoon yang dilengkapi oleh mixer dan aerator. Pada kolam ini terjadi proses penguraian polutan oleh mikroorganisme. Kemudian air limbah yang telah diolah di aerated lagoon kemudian dialirkan ke secondary clarifier, untuk mengendapkan padatan yang dihasilkan dari penguraian polutan oleh mikroorganisme. Over flow dari secondary clarifier kemudian dipompa ke saluran effluent pit, lalu dibuang ke Sungai Siak. Kondisi effluent yang dihasilkan di unit EN-2M sudah baik. Beban pencemar seperti COD, BOD, TSS, pH dan suhu effluent sudah memenuhi baku mutu yang sudah ditetapkan pemerintah dalam Permen LH Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Pulp dan Kertas yang terdapat pada lampiran XXXV. Adapun untuk rata-rat efisiensi penyisihan beban pencemar di unit EN-2M adalah sebesar 91,32% untuk penyisihan TSS, 83,24 untuk penyisihan BOD dan COD.en_US
dc.language.isoenen_US
dc.subjectLimbah Cair, Pulp Mill, Paper &Tissue Mill, BOD, CODen_US
dc.titleSTUDI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI DI UNIT EN-2M PT. INDAH KIAT PULP & PAPER Tbk. PERAWANG MILLen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record