| dc.date.accessioned | 2026-01-13T12:32:12Z | |
| dc.date.available | 2026-01-13T12:32:12Z | |
| dc.date.issued | 2025-12-23 | |
| dc.identifier.citation | Koesomadinanta, 1980, Geologi Minyak dan Gas Bumi. Jilid 1 Edisi Kedua, Bandung : ITB , Reminton, C., & Nasir, H. (1986). Potensial Hidrokarbon Pada Batuan Karbonat Miosen Jawa Barat Utara. Yogyakarta: PIAT IAGI XV., Dunham, R. J. (1962). Classification of Carbonate Rocks According to Depositional Textures. In W. E. Ham, Classification of Carbonate Rocks - A Symposium (pp. 108-121). AAPG Memoir, Noble, R. A., Hehu, P., & Charlie Wu, C. (1997). Oil Kitchen and Petroleum Bearing Subbasin in Northwest Java Area. Jakarta: Indonesian Petroleum Association, 26th Annual Convention. , Lucia, F. J. (1995). Rock-fabric/petrophysical classification of carbonate porespace for reservoir characterization. AAPG Bulletin,, V, pp. 1275-1300. , Schlumberger. (1974). Log Interpretation Manual/Applications. Houston: Schlumberger Well Service, Inc. , | en_US |
| dc.identifier.issn | - | |
| dc.identifier.uri | https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15305 | |
| dc.description | - | en_US |
| dc.description.abstract | Penelitian ini mengkarakterisasi reservoir Formasi Baturaja di Lapangan “X”, Cekungan Jawa Barat Utara melalui integrasi analisis petrofisika, biostratigrafi, dan seismik 3D. Seluruh sumur penelitian (JKT-01, JKT-03, JKS-01, dan JKS-02) berada pada lingkungan Inter-reef Lagoon, yang dicirikan oleh litologi wackestone–packstone dengan kandungan mud karbonat kategori menengah. Analisis petrofisika menunjukkan nilai Net Pay masing-masing 30 m, 29 m, 38 m, dan 31.85 m (Pada Zona Shale Break), dengan porositas efektif berkisar <10–20%, saturasi air 0.75–0.86, dan volume Shale 36–55%. Variasi porositas dan permeabilitas terutama dipengaruhi oleh proses diagenesis awal dan kompaksi yang kuat pada fasies inter-reef.
Interpretasi seismik mengidentifikasi keberadaan carbonate build-up di area penelitian, yang ditunjukkan oleh geometri mound dan zona penebalan isopach. Meskipun build-up ini tidak ditembus sumur sehingga kualitas reservoirnya tidak dapat dipastikan secara langsung, indikasinya menunjukkan potensial yang lebih baik dibandingkan zona inter-reef. Area tersebut kemudian digunakan sebagai Area of Interest (AOI) dalam perhitungan volumetrik hidrokarbon.
Estimasi Original Oil in Place (OOIP) menghasilkan nilai 29.3 MMBOE (P10), 18.55 MMBOE (P50), dan 8.56 MMBOE (P90), yang mencerminkan ketidakpastian geologi terkait distribusi fasies karbonat dan ketebalan reservoir. Studi ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai karakterisasi petrofisika dan potensial Formasi Baturaja di Lapangan “X”. | en_US |
| dc.description.sponsorship | - | en_US |
| dc.language.iso | other | en_US |
| dc.publisher | Jonathan Kevin Sihombing | en_US |
| dc.relation.ispartofseries | -;2 | |
| dc.title | KARAKTERISASI RESERVOIR FORMASI BATURAJA, LAPANGAN “X”, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA | en_US |
| dc.title.alternative | - | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |