| dc.contributor.author | Nainggolan, Gilbert Yehezkiel | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-15T10:40:15Z | |
| dc.date.available | 2026-01-15T10:40:15Z | |
| dc.date.issued | 2026-01-13 | |
| dc.identifier.uri | https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15312 | |
| dc.description | Air tanah merupakan air yang berasal dari bawah permukaan bumi yang tersimpan melalui sumur-sumur, terowongan atau sistem drainase maupun dengan pemompaan (Kodoatie, 2012). Dari segi kualitas, air tanah merupakan sumber daya air yang baik untuk air minum. Keberadaan air tanah sangat penting bagi kehidupan masyarakat setempat, baik untuk kebutuhan sehari-hari, pertanian, maupun kegiatan ekonomi lainnya. Namun, pemanfaatan air tanah yang tidak terencana dapat mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas air, serta dampak negatif terhadap lingkungan (Putra & Yulis, 2019).
Dalam konteks ini, pemahaman mengenai kondisi hidrogeologi dan karakteristik geologi di daerah Pamijahan menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi geologi, satuan batuan, potensi air tanah di kawasan penelitian. Dengan melakukan kajian hidrogeologi, diharapkan dapat diperoleh informasi yang komprehensif mengenai persebaran dan kualitas mata air, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaannya. Tutupan lahan mempunyai peran penting dalam menganalisis kualitas mata air, agar dapat menghubungkan area tutupan lahan dengan perubahan kualitas mata air.
Pada penelitian ini, melakukan riset ilmiah tentang kualitas air tanah yang berhubungan dengan tatanan geologi di kawasan gunung api. Daerah penelitian merupakan luasan berukuran 4 km x 5 km atau berukuran 20 km2 yang berlokasi di bagian barat Gunung Salak di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Daerah ini memiliki fitur hidrogeologi, seperti mata air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air tanah yang dipengaruhi oleh sifat fisik, sifat kimia dan mikrobiologi mata air. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui karakteristik geologi yang mempengaruhi mata air, seperti morfologi, litologi dan juga area tutupan lahan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, serta menjadi acuan bagi pengembangan kebijakan yang lebih baik dalam pemanfaatan air tanah di Kecamatan Pamijahan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas air tanah demi keberlangsungan hidup dan lingkungan yang sehat. | en_US |
| dc.description.abstract | Penelitian ini berfokus pada analisis geologi dan kajian hidrogeologi di dataran lereng bagian barat Gunung Salak, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kondisi geologi di daerah penelitian meliputi geomorfologi, litologi, tatanan stratigrafi, sejarah geologi dan menentukan kondisi hidrogeologi berdasarkan kualitas air tanah pada daerah penelitian dengan menganalisis sifat fisik, kimia dan mikrobiologi air tanah. Metode penelitian yang digunakan meliputi pemetaan geologi untuk menentukan sebaran satuan batuan dan dilakukan pengambilan sampel mata air untuk menentukan kualitas mata air sebagai air minum. Hasil penelitian menunjukkan analisis geomorfologi di Kecamatan Pamijahan dihasilkan 5 (lima) satuan geomorfologi, yaitu: Satuan Kepundan/Kawah, Satuan Punggungan Aliran Lava, Satuan Punggungan Aliran Piroklastik, Satuan Perbukitan Sisa Gunungapi, dan Satuan Dataran Kaki Gunungapi. Analisis pola aliran sungai dibagi menjadi pola aliran paralel dan pola aliran dendritik. Analisis kelurusan menunjukkan kelurusan lembahan dan kelurusan punggungan mempunyai arah Tenggara – Barat Laut (NW-SE). Satuan batuan yang didapatkan pada daerah penelitian dan sudah melakukan pengamatan petrografi didapatkan 4 (empat) jenis satuan batuan, yaitu: Satuan Batuan Tuff (Qvst), Satuan Batuan Breksi Piroklastik (Qvsb), Satuan Batuan Lava Andesit Salak (Qvsl) dan Satuan Batuan Lava Andesit Endut-Perbakti (Qvcp). Sejarah Geologi pada daerah penelitian terdiri dari 5 (lima) fase, yaitu: Fase Pleistosen Awal, Fase Pleistosen Tengah, Fase Pleistosen Akhir, Fase Holosen Awal dan Fase Holosen Tengah. Hasil dari analisis hidrogeologi di daerah penelitian dilakukan dilakukan sesuai dengan PERMENKES No.2 Tahun 2023, dengan 3 (tiga) parameter analisis, yaitu: analisis fisik, analisis kimia dan analisis mikrobiologi. Didapatkan hasil uji kualitas mata air menjadi air minum tidak sesuai dengan PERMENKES No.2 Tahun 2023, dikarenakan dari 3 (tiga) mata air tersebut mempunyai total bakteri koliform yang sangat tinggi, sehingga tidak dapat dijadikan menjadi air minum. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dalam pengelolaan air tanah serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas air tanah demi kelangsungan hidup dan keseimbangan lingkungan. | en_US |
| dc.subject | Geologi, Gunung Salak, Hidrogeologi, Kualitas Mata Air, Pamijahan | en_US |
| dc.title | Analisis Geologi dan Kajian Hidrogeologi di Dataran Lereng Bagian Barat Gunung Salak, di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat | en_US |