ANALISIS KARAKTERISTIK GEOTEKNIK DAN MINERALOGI TAILING TAMBANG EMAS DALAM DESAIN BETON MUTU K250: STUDI KASUS DESA ISE-ISE, KECAMATAN LINGE, KABUPATEN ACEH TENGAH, PROVINSI ACEH
Abstract
Desa Ise-Ise merupakan daerah yang memiliki banyak aktivitas pertambangan emas
secara legal maupun ilegal dengan jenis pertambangan emas bertipe endapan porfiri
Au-Cu. Tailing tambang emas dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dalam industri
konstruksi sebagai salah satu solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik geoteknik dan mineralogi
tailing dari tambang emas di Desa Ise-Ise, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh
Tengah, Provinsi Aceh. Selain itu, dilakukan evaluasi potensi tailing sebagai
substitusi agregat halus dalam pembuatan beton mutu K250, serta penyusunan
sintesis geologi. Metode yang dilakukan meliputi uji geoteknik (analisis batas-batas
Atterberg, berat jenis, dan distribusi ukuran butir), analisis mineralogi (XRD dan
XRF), serta uji kuat tekan beton (UCS) dengan variasi komposisi tailing sebesar
3%, 9%, 12%, dan 15%. Hasil menunjukkan bahwa tailing di daerah penelitian
memiliki karakteristik geoteknik yang termasuk dalam klasifikasi USCS, yaitu
tanah tipe lanau atau lempung organik dengan plastisitas rendah dengan berat jenis
sebesar 2,728 dan didominasi material halus berupa lanau dan lempung.
Karakteristik mineralogi tailing berdasarkan analisis XRD, mineral utama adalah
kuarsa (89,86%) Terdapat komposisi mineral lainnya seperti, ilit (4,66%), kaolinit
(1,77%), jarosit (1,86%), alunit (1,28%), dan pirit (0,57%). Berdasarkan analisis
XRF, komponen kimia pada tailing didominasi oleh SiO2, serta ditemukan
komponen lainnya seperti Al2O3, BaO, CaO, Cr2O3, Fe2O3, K2O, MgO, MnO,
Na2O, P2O5, SO3, SrO, dan TiO2. Uji kuat tekan menunjukkan penurunan nilai
seiring bertambahnya persentase tailing. Hasil kuat tekan ini dapat dipengaruhi oleh
sifat geoteknik dan mineralogi yang terdapat di dalam tailing. Tailing yang
digunakan dalam penelitian ini berpotensi sebagai bahan substitusi agregat halus
dalam desain beton mutu K250 dengan efektivitas optimum pada persentase sebesar
3%. Secara fisiografi, daerah penelitiian termasuk dalam Zona Pegunungan
Barisan. Secara stratigrafi, lokasi penelitian termasuk dalam Formasi Kluet.
Karakteristik mineralogi menunjukkan bahwa komposisi tailing pada penelitian ini
sesuai dengan kondisi alterasi dan mineralisasi yang berkembang pada prospek Ise-
Ise Tengah.
