Show simple item record

dc.date.accessioned2026-02-14T23:28:09Z
dc.date.available2026-02-14T23:28:09Z
dc.date.issued2026-02-13
dc.identifier.urihttps://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15631
dc.description.abstractRyzana Agung Hariyanto. 101220121. Paleogeografi dan Evolusi Struktur pada Umur Miosen Akhir – Pleistosen, daerah “RA”, Delta Mahakam, Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan peta struktur kedalaman (Depth Structure Map), peta ketebalan (Isopach Map) dan peta distribusi sesar (Fault Map) pada daerah “RA”, Delta Mahakam, Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, serta menghasilkan sebaran fasies dan peta Gross Depositional Environment Map (GDE Map) untuk menganalisis paleogeografi daerah penelitian di daerah “RA”, Delta Mahakam, Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Tahapan analisis Proses penelitian dimulai dengan tahap interpretasi horizon dan sesar, yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan peta struktur berdasarkan domain waktu, kedalaman, dan ketebalan lapisan. Setelah itu, dilakukan analisis korelasi antar sumur untuk menganalisis fasies sumur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur geologi daerah “RA”, Delta Mahakam berkembang akibat interaksi gaya ekstensional dan kompresional sejak Miosen Tengah hingga Pleistosen. Awalnya berkembang sesar naik dan growth fault akibat beban sedimen, kemudian membentuk sistem graben–half graben pada 8,2–5,2 Ma. Hingga Pleistosen, struktur didominasi sesar normal berarah baratlaut–tenggara. Kemudian sebaran fasies di daerah “RA”, Delta Mahakam, mencerminkan perkembangan sistem deltaik yang dipengaruhi oleh suplai sedimen, subsidence, dan fluktuasi muka laut sejak Miosen Akhir hingga Pleistosen. Pada 10,2–8,2 Ma, lingkungan didominasi fasies distal offshore - intermediate offshore - proximal offshore berlitologi batupasir–serpih progradatif dan proximal offshore berenergi rendah. Fase 7–5,2 Ma menunjukkan progradasi aktif dengan gradasi dari proximal offshore di barat hingga intermediate offsjore di timur. Hingga Pleistosen (3,5–1,8 Ma), pola pengendapan tetap progradatif dari barat ke timur, menunjukkan pengaruh kuat suplai sedimen deltaik dan fluktuasi muka laut terhadap migrasi garis pantai. Kata kunci : Delta Mahakam, Fasies, Evolusi Struktur, Paleogeografien_US
dc.titlePaleogeografi dan Evolusi Struktur pada Umur Miosen Akhir – Pleistosen, daerah “RA”, Delta Mahakam, Cekungan Kutai, Kalimantan Timuren_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record