• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF SCIENCE AND COMPUTER
    • CHEMISTRY (KIMIA)
    • DISSERTATIONS AND THESES (CH)
    • View Item
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF SCIENCE AND COMPUTER
    • CHEMISTRY (KIMIA)
    • DISSERTATIONS AND THESES (CH)
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Pengaruh Pemotongan Trayek Titik Didih Solar Kilang terhadap Nilai Calculated Cetane Index (CCI)

    Thumbnail
    Date
    2021-09-06
    Author
    Mutmainah, Diah Kemala
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dalam mesin berbahan bakar solar, cetane number digunakan untuk menggambarkan kualitas proses pembakaran. Cetane number yang lebih tinggi berarti penundaan pengapian yang lebih pendek dan kinerja mesin yang lebih baik. Cetane number didasarkan pada jumlah heksadekana (C16) dalam bahan bakar solar. Pada penelitian ini, cetane number ditentukan menggunakan metode standar Calculated Cetane Index (CCI) ASTM D 4737 dengan korelasi empiris antara data densitas ASTM D 4052 dan suhu distilasi ASTM D 86. Solar Induk dengan trayek titik didih 133-396,5 °C dipotong secara bertingkat menjadi 3 variasi, yaitu Variasi 1 (rentang suhu 133-396,5 °C), Variasi 2 (rentang suhu 133-370 °C), dan Variasi 3 (rentang suhu 133-370 °C). Pemotongan Variasi 1 dilakukan secara bertingkat menjadi 5 fraksi. Pemotongan Variasi 2 dilakukan dengan memotong fraksi berat secara bertingkat menjadi 4 fraksi. Dan pemotongan Variasi 3 dilakukan dengan memotong fraksi ringan secara bertingkat menjadi 4 fraksi. Pemotongan trayek titik didih solar kilang dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai CCI. Solar Induk awalnya memiliki nilai CCI sebesar 46,0. Selanjutnya, Solar 2.4 dengan rentang suhu 133-250 °C, menunjukkan hasil CCI yang menurun yaitu 41,6. Solar 3.4 dengan rentang suhu 280-370 °C, menunjukkan hasil CCI yang meningkat, yaitu sebesar 55,2. Hasil analisis menggunakan instrumen Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) mengonfirmasi Solar Induk memiliki luas area heksadekana 10,05 %, Solar 3.4 memiliki luas area heksadekana yang paling besar, yaitu 12,28 %, dan Solar 2.4 memiliki luas area heksadekana yang paling rendah, yaitu 6,99 %.
    URI
    https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/6236
    Collections
    • DISSERTATIONS AND THESES (CH)

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV