Show simple item record

dc.contributor.authorKristanto, Albert
dc.date.accessioned2022-09-07T02:43:23Z
dc.date.available2022-09-07T02:43:23Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttps://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/6690
dc.description.abstractGelombang primer (P-wave) adalah faktor penting dalam penentuan hiposenter, dalam pengolahan rotasi 3D gempa karena amplitudo di komponen L akan terekam dengan nilai maksimum. Salah satu metode untuk mendukung dalam merelokasi hiposenter adalah dengan melakukan rotasi komponen seismogram. Sebelum dilakukan relokasi gempa, setiap komponen seismogram perlu dilakukan rotasi terlebih dari dari sistem ZNE ke sistem LQT. Dengan tujuan agar masing-masing komponen L, Q, T searah dengan perambatan dari gelombang P, SV, dan SH, sehingga saat dilakukan relokasi antara komponen L, Q, T akan menghasilkan arah perambatan yang sesuai dari gempa setelah di lakukan relokasi. Berdasarkan hasil stacked, serta perhitungan menggunakan metode sebelumnya, bahwa titik gempa yang telah dilakukan relokasi berada tepat diatas batas lempeng Filipina yang ditunjam kearah utara oleh lempeng Eurasia di kedalaman 90 - 95 km. Terjadi peningkatan kedalaman hiposenter dari hiposenter teoritis. Hal ini akan mempengaruhi waktu tiba gelombang P ke stasiun dan sudut inklinasi, sehingga akan terdapat residual waktu tiba atau delay time.en_US
dc.publisherUniversitas Pertaminaen_US
dc.subjectEvent Relocationen_US
dc.subjectRotationen_US
dc.subjectKurtosisen_US
dc.subjectHypocenteren_US
dc.titleEvent Relocation With Waveform Rotationen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record